Erupsi Gunung Agung Pengaruhi Penjualan Elpiji Nonsubsidi

id Erupsi Gunung

Asap mengepul dari kawah Gunung Agung yang berstatus awas terlihat dari Desa Amed, Karangasem, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/2017) (1)

"Dampak erupsi Gunung Agung sangat terasa di Lombok, apalagi wisatawan ke Lombok banyak limpahan dari Bali"
Mataram (Antara NTB) - Sales Eksekutif Elpiji Rayon IX PT Pertamina Firdaus Sustanto mengatakan erupsi Gunung Agung di Bali pada akhir November 2017 mempengaruhi penjualan elpiji nonsubsidi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Penjualan elpiji nonsubsidi lebih banyak ke restoran dan hotel. Dampak erupsi Gunung Agung sangat terasa di usaha tersebut, apalagi wisatawan ke Lombok banyak limpahan dari Bali," kata Firdaus, di Mataram.

Ia menyebutkan penjualan elpiji nonsubsidi ukuran tabung 12 kilogram (kg) dari 443.776 metriks ton (MT) pada Oktober turun menjadi 362.291 MT pada akhir November 2017 atau turun sebesar 19 persen.

Untuk penjualan elpiji nonsubsidi ukurang tabung 50 kg dari 155.750 MT turun menjadi 153.250 MT atau berkurang sebesar 3 persen.

Berbeda dengan akhir tahun 2016, kata Firdaus, penjualan elpiji nonsubsidi ukuran tabung 50 kg mengalami peningkatan, yakni dari 146.200 MT pada November menjadi 156.250 MT pada akhir Desember 2016 atau naik sebesar 7 persen.

Begitu juga dengan penjualan elpiji ukuran tabung 12 kg dari 385.501 MT pada November meningkat menjadi 405.987 MT pada akhir Desember 2016 atau naik sebesar 5 persen.

"Biasanya penjualan elpiji nonsubsidi pada November stabil di angka rata-rata 400 MT. Tapi tahun ini mengalami penurunan. Kami belum tahu nanti apa di Desember akan jauh berkurang lagi karena pariwisata yang agak lesu," ujarnya.

Menurut dia, berkurangnya penjualan bahan bakar gas nonsubsidi tentu berdampak juga terhadap pendapatan perusahaan.

Namun kerugian tersebut sedikit tertutupi dengan adanya keuntungan yang diberikan pemerintah sebagai imbal jasa penjualan elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kg.

Firdaus berharap erupsi Gunung Agung Bali bisa cepat selesai agar aktivitas perekonomian kembali normal, terutama sektor pariwisata dengan semua industri ikutannya.

"Aktivitas penerbangan dari dan menuju Lombok saat ini normal, tapi maskapai penerbangan asing belum berani terbang karena erupsi Gunung Agung. Teman-teman dari luar NTB juga banyak membatalkan agenda liburan ke Lombok," katanya.  (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar