Okupansi hotel oleh turis asing capai 90 persen di Gili Tramena Lombok

id ihgma,okupansi hotel,gili tramena,gili trawangan,wisatawan mancanegara,pulau lombok,nusa tenggara barat,fornas ntb,pariw

Okupansi hotel oleh turis asing capai 90 persen di Gili Tramena Lombok

Arsip Foto - Wisatawan asing menikmati suasana pantai di Mandalika Beach Club di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (23/12/2024). Menurut data Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, okupansi hotel atau tingkat keterisian kamar hotel di Lombok dan Sumbawa NTB jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mencapai 85 persen yang pemesanan kamar hotel tersebut tersebar Gili Tramena, Senggigi, Mataram, Mandalika, dan Sumbawa. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom

Mataram (ANTARA) - Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) menyebut musim liburan kali ini membuat tingkat keterisian kamar hotel oleh para turis asing mencapai 90 persen di Gili Tramena, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sekarang Juli sudah 90 persen rata-rata okupansi," kata Ketua IHGMA NTB Lalu Kusnawan, di Mataram, Selasa.

Kusnawan menjelaskan musim liburan sudah berlangsung sejak Mei, dan diprediksi selesai pada Oktober 2025. Mayoritas turis yang berkunjung ke Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) adalah wisatawan mancanegara.

IHGMA NTB mencatat setiap hari ada sekitar 3.000 sampai 3.500 turis asing berlibur di Gili Tramena tersebut.

Baca juga: IHGMA NTB usul pembentukan posko terpadu saat puncak musim liburan

Walau NTB punya beragam destinasi wisata unggulan, kata Kusnawan, namun pesona Gili Tramena saat ini masih menjadi magnet dan mercusuar bagi sektor pariwisata di daerah ini.

Pemerintah NB terus menggaungkan program pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mementingkan aspek bisnis, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan budaya di kawasan destinasi.

"Pariwisata yang berkelanjutan tanggung jawab semua stakeholder, bukan hanya industri pariwisata saja," ujar Kusnawan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan kegiatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII yang berpusat di NTB tidak memberi dampak besar terhadap peningkatan hunian kamar hotel di kawasan Gili Tramena.

Baca juga: Infrastruktur dermaga wisata di NTB dibenahi dongkrak kunjungan turis

Dampak positif penyelenggaraan Fornas VIII paling terasa di Kota Mataram yang menjadi pusat kegiatan olahraga tradisional tersebut, karena saat ini tingkat okupansi hotel sudah mencapai 90 persen.

Sepanjang tahun 2024, Dinas Pariwisata NTB mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke NTB sebanyak 3,65 juta orang dengan rincian 3,22 juta wisatawan domestik dan 431.532 wisatawan mancanegara.

Pada Mei 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah turis asing yang berkunjung ke NTB melalui Bandara Internasional Lombok tercatat sebanyak 8.641 orang atau tumbuh 10,61 persen bila dibandingkan angka kedatangan pada April 2025 yang hanya mencapai 7.812 orang.

Dari 8.641 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTB tersebut paling banyak berasal dari negara-negara anggota ASEAN.

Jumlah turis asing dari regional ASEAN tercatat sebanyak 4.813 orang, turis berasal dari Eropa mencapai 2.288 orang, Asia (kecuali ASEAN) dengan kunjungan 1.017 orang, Amerika sebanyak 257 orang, Oseania 209 orang, Timur Tengah 16 orang, dan Afrika 41 orang.

Baca juga: Pj Gubernur NTB pantau Gili Tramena jelang tahun baru 2025
Baca juga: Krisis air pengaruhi lama kunjungan wisatawan di Gili Tramena Lombok

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.