Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan sebesar 2,03 persen menjadi 127,39 poin pada Agustus 2025.

"Peningkatan NTP disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,26 persen, yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,23 persen," kata Kepala BPS NTB Wahyudin, di Mataram, Senin.

Wahyudin mengatakan kenaikan NTP tersebut mencerminkan peningkatan daya beli petani di wilayah perdesaan NTB.

NTP merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan petani. Kenaikan NTP menunjukkan adanya peningkatan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun yang digunakan untuk biaya produksi.

Baca juga: Penurunan nilai tukar petani NTB akibat fluktuasi harga komoditas pertanian

Terdapat empat subsektor dengan NTP di atas angka 100 yang memperlihatkan keuntungan secara relatif bagi petani. Subsektor hortikultura mencatat NTP tertinggi sebesar 217,43 poin, kemudian disusul subsektor tanaman pangan sebesar 121,49 poin, peternakan 111,22 poin, dan perikanan 108,40 poin.

Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat NTP sebesar 99,99 poin atau sedikit di bawah ambang batas impas.

Wahyudin memaparkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB juga meningkat 0,07 persen pada Agustus 2025.

Baca juga: Nilai Tukar Petani di NTB naik 1,94 persen

Menurutnya, peningkatan IKRT didorong oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran, seperti makanan, minuman, dan tembakau; pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; hingga kelompok kesehatan dan perawatan pribadi.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di NTB pada Agustus 2025 tercatat sebesar 130,42 poin atau naik 1,84 persen dibanding bulan sebelumnya.

NTUP mencerminkan pendapatan bersih rumah tangga petani setelah dikurangi biaya produksi, sehingga kenaikan tersebut menunjukkan peningkatan profitabilitas usaha tani.

"Peningkatan NTP dan NTUP diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan harga dan cuaca yang fluktuatif," kata Wahyudin pula.

Baca juga: Nilai tukar petani di NTB tercatat turun 2,62 persen
Baca juga: Inflasi NTB rendah jadikan aktivitas produksi lesu
Baca juga: Nilai tukar petani di NTB naik 1,46 persen



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026