Mataram, NTB (ANTARA) - Sejumlah berita menarik di Nusa Tenggara Barat pada Rabu (3/9) yang perlu dibaca publik.

Berikut rangkuman berita Antara NTB yaitu:

1. Polisi amankan enam pengunjuk rasa di Mapolda NTB

Mataram (ANTARA) - Sebanyak enam pengunjuk rasa yang menggelar aksi di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (30/8) diamankan pihak kepolisian.

Kepala Subdirektorat (Subdit) I Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB AKBP Hurri Nugroho melalui pernyataan yang diterima di Mataram, Rabu, mengatakan enam orang ini bukan hanya dari kalangan mahasiswa.

Baca beritanya di sini

 

2. Polisi panggil Ketua DPRD NTB terkait gedung dibakar saat demo

Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat Isvie Rupaeda terkait penanganan gedung yang dibakar dalam aksi unjuk rasa pada hari Sabtu (30/8).

"Jadi, tindak lanjutnya, Senin (8/9) nanti kami minta Bu Ketua DPRD NTB hadir memberikan keterangan terkait pembakaran gedung DPRD NTB," kata Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili di Mataram, Rabu.

Baca beritanya di sini

 

3. Antropologi kekerasan di NTB dan matinya nurani kemanusiaan

Mataram (ANTARA) - Akar dan Sumber Pangkal Kekerasn (Root of Violance) Erich Fromm dalam Anatomy of Human Destructivnes (1973) tentang akar kekerasan dan destruktivitas manusia menjelaskan bahwa tindakan kekerasan dan sadisme adalah hasil dari kondisi sosial, ekonomi, politik, dan psikologis timpang yang menciptakan keterasingan, frustrasi, dan orientasi hidup yang destruktif (merusak). 

Baca beritanya di sini

 

4. Polisi tak pidanakan warga kembalikan barang jarahan DPRD NTB

Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Mataram memastikan tidak akan memidanakan warga yang mengembalikan barang jarahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat dalam aksi unjuk rasa yang berakhir pada pembakaran gedung, Sabtu (30/8).

"Karena ini 'kan barang milik negara. Tentunya tidak boleh itu pidana. Tetapi, kalau ada yang mau mengembalikan, silakan, kami terbuka, tidak ada pidana untuk mereka yang mengembalikan," kata Kepala Satreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili di Mataram, Rabu.

Baca beritanya di sini

 

5.Dialektika aspirasi publik membangun harmonisasi regional

Mataram (ANTARA) - Aspirasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Ia hadir sebagai refleksi dari kebutuhan, harapan, sekaligus kritik masyarakat terhadap negara.

Dalam konteks Indonesia yang plural dan majemuk, aspirasi publik tidak hanya dimaknai sebagai suara individual, tetapi juga sebagai ekspresi kolektif yang berakar pada dinamika sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Dialektika aspirasi publik menjadi keniscayaan, sebab masyarakat dan negara tidak selalu berada pada posisi yang sama,terkadang selaras, terkadang pula berseberangan.

Baca beritanya di sini



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026