Bima (ANTARA) - Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, sejak Kamis (6/11) siang menyebabkan banjir di dua kecamatan, yaitu Sanggar dan Madapangga. Ratusan rumah warga terendam, sejumlah fasilitas umum rusak, dan jalur lintas Tambora sempat lumpuh akibat genangan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda dalam laporan resmi Kamis malam pukul 20.30 Wita mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 12.10 hingga 15.10 Wita menyebabkan air dari perbukitan meluap ke wilayah permukiman.
"Selain banjir, juga terjadi peristiwa pohon tumbang di jalur lintas Bima-Sumbawa yang sempat menghambat lalu lintas," katanya.
Baca juga: Tiga sekolah di Bima hentikan kegiatan belajar mengajar akibat banjir
Nurul Huda memaparkan, di Kecamatan Sanggar, banjir melanda tiga desa, masing-masing Boro, Kore, dan Sandue. Di Desa Boro empat rumah warga terendam air setinggi 20-50 sentimeter dan satu pagar rumah roboh.
"Di Desa Kore satu jembatan darurat rusak, sementara di Desa Sandue genangan air mengganggu arus kendaraan di jalan lintas Tambora. Warga kini mulai membersihkan lumpur karena air berangsur surut," jelasnya.
Sementara di Kecamatan Madapangga, banjir susulan di hari kedua itu lebih besar, meliputi tiga desa yakni Desa Monggo, Ncandi, dan Dena. Di Desa Monggo sebanyak 580 rumah atau 1.798 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter.
"Fasilitas pendidikan, mushalla, dan lahan pertanian turut terendam. Di Desa Ncandi 28 rumah warga dan kantor desa terendam, sementara di Desa Dena 35 rumah serta satu penggilingan padi ikut terendam," bebernya.
Baca juga: Wakil Wali Kota Bima mengingatkan mitigasi bencana hadapi banjir
Plt Camat Madapangga H. Sahrul mengatakan, kondisi air di wilayahnya kini mulai surut.
"Warga sudah melakukan pembersihan lumpur. Tidak ada warga yang mengungsi, namun kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian masih dalam proses pendataan," katanya.
Selain banjir, lanjut Sahrul, satu pohon besar tumbang di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, dan menutup jalur utama Bima-Sumbawa.
"Pohon tersebut berhasil dipotong dan disingkirkan warga menggunakan mesin senso sehingga arus lalu lintas kembali lancar," ujarnya.
BPBD Kabupaten Bima telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan, koordinasi dengan aparat kecamatan, TNI-Polri, serta menyalurkan bantuan tanggap darurat.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Nurul Huda.
Baca juga: Ratusan rumah dan ribuan jiwa terdampak banjir di Bima
Baca juga: Bangun ulang Wera-Ambalawi, Jalan kecil menuju ketahanan besar
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Membangun ulang harapan di Tanah Wera-Ambalawi
