Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lombok Timur bergerak bersama menjemput peluang tambahan dana ke tingkat provinsi dan kementerian di Jakarta, menyusul pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kami akan mencari peluang anggaran di pusat untuk dibawa ke Lotim,” kata Ketua DPRD Lombok Timur M. Yusri di Selong, Senin.
Ia menegaskan, DPRD bersama pemerintah daerah terus melakukan pengawalan agar anggaran daerah tetap aman di tengah kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat dan berdampak pada daerah.
“Kami lakukan lobi-lobi bersama eksekutif ke kementerian, dan alhamdulillah sudah membuahkan hasil,” ujarnya.
Baca juga: DPRD meminta Gubernur NTB "jemput bola" program pusat siasati TKD
Meski demikian, lanjut Yusri, pihaknya masih terus mencari peluang tambahan dana dari berbagai kementerian dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur.
“Dari hasil usaha bersama, alhamdulillah sudah ada tambahan yang kita dapatkan. Namun, kami akan terus berupaya agar lebih banyak lagi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan, dengan adanya pemangkasan anggaran cukup besar, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta proaktif menjemput bola ke pemerintah pusat.
“Salah satu langkah antisipasi terhadap pemotongan anggaran adalah dengan cara jemput bola, bukan berpangku tangan hanya mengandalkan APBD semata,” ujar Haerul.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - NTB dan ujian kemandirian fiskal di tahun sulit 2026
Baca juga: Menyiasati turunnya fiskal daerah
Baca juga: Menata ulang harapan honorer di tengah pemangkasan anggaran
