Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan peringatan Isra Mi'raj untuk mengingat perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat iman dan meningkatkan ibadah, terutama shalat lima waktu.

Peringatan Isra Mi'raj di lingkup Pemerintah Kota Mataram dirangkaikan dengan tausiah oleh TGH Muammar Nasrullah, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri serta ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram di Mataram, Kamis.

Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh ASN menjadikan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sebagai ruang refleksi untuk memperkuat keimanan, menjaga silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah.

"Meski digelar sederhana, nilai dan hikmah yang terkandung diharapkan mampu menghadirkan keberkahan dalam pengabdian," katanya.

Dalam tausiah, TGH Muammar Nasrullah mengatakan Isra Mi'raj dimaknai sebagai perjalanan spiritual lintas ruang dan waktu yang dapat dirasakan setiap Muslim melalui shalat secara khusyuk dari satu sujud ke sujud berikutnya.

"Dari iman yang terjaga, lahir kerja yang ikhlas, demi Kota Mataram yang semakin bersinar," katanya.

Selain kegiatan di Pemerintah Kota Mataram, perayaan Isra Mi'raj juga di 50 kelurahan se-Kota Mataram. Masing-masing lingkungan di kelurahan menggelar perayaan Isra Mi'raj dengan doa, dzikir, dan selakaran di setiap masjid setelah Shalat Isya.

Kegiatan selakaran juga dirangkaikan dengan "ngurisan" atau cukur rambut bayi, dilanjutkan dengan tausiah, dan makan bersama.

Setelah itu, jamaah akan membaca kitab berzanji yang menceritakan perjalanan Nabi Muhammad saat Isra Mi'raj dari Masjidilaqsa ke Masjidilharam, yang lakukan hingga menjelang waktu Shalat Subuh oleh beberapa orang secara bergantian di masjid.
 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026