Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Lawata akan ditutup permanen pada akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Senin, mengatakan, keputusan penutupan TPS Lawata diambil karena lokasinya yang berada di tengah kota, dekat dengan permukiman warga, area pendidikan, pusat ekonomi, fasilitas olahraga dan lainnya sehingga sudah tidak ideal lagi.
"Sesuai rencana dan kesepakatan, TPS Lawata akan kami tutup di akhir 2026," katanya.
Penutupan tersebut juga seiring dengan target pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo Ampenan yang ditargetkan rampung akhir tahun 2026.
Baca juga: DLH uji coba penerapan TPS mobile di Lawata Mataram
Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW).
Proyek tersebut didanai pemerintah pusat dengan anggaran sekitar Rp97 miliar dan tambahan biaya perencanaan sekitar Rp40 miliar.
"Kami hanya siapkan lahan, selanjutnya Pemerintah Kota Mataram menerima barang jadi dari pemerintah pusat," katanya.
Karena itu, ke depan sampah yang biasanya di bawa oleh operator roda tiga ke TPS Lawata akan dialihkan ke TPST Kebon Talo Ampenan.
Baca juga: Posko pantau sampah didirikan di TPS ilegal Mataram
Sementara sebagai solusi jangka pendek sebelum penutupan, DLH Mataram telah menerapkan layanan TPS mobile di Lawata.
"Saat ini, petugas kami sedang melakukan pembersihan intensif untuk mengosongkan tumpukan sampah di TPS Lawata agar truk-truk TPS mobile bisa segera diparkir di dalam area," katanya.
Menurutnya, volume sampah di TPS Lawata sekarang mencapai di atas 150 ton, jumlah itu ditargetkan selesai terangkut dalam dua hari ke depan.
TPS Lawata merupakan salah satu dari empat TPS yang ada di Kota Mataram dan melayani dua kecamatan yakni Kecamatan Selaparang dan Mataram.
"Kami berharap partisipasi masyarakat dan petugas roda tiga agar bisa bersabar, sebab kami juga terus berusaha mencari solusi terhadap masalah itu," katanya.
Baca juga: Sampah belum terpilah tak diizinkan masuk TPS Mataram
Baca juga: Pengolahan sampah gunakan insinerator di Mataram siap diuji coba
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026