30 warga di bantaran Sungai Jangkuk akan dikirim belajar ke Singapura

id aktivis,gubernur,NTB,Mataram

30 warga di bantaran Sungai Jangkuk akan dikirim belajar ke Singapura

Gubernur Nusa Tenggara Barat DR H Zulkieflimansyah, mencangkan sekolah dengan lingkungan sampah nihil (Lisan) di Kota Mataram. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR H Zulkieflimansyah, akan mengirim 30 orang aktivitis di setiap sisi Sungai Jangkuk, Kota Mataram, ke Singapura untuk belajar bagaimana menata sungai agar sungai di Mataram menjadi lebih baik.

"Sebanyak 30 orang aktivitas sungai akan kita ambil 10 orang dari perwakilan warga di hulu, 10 orang di tengah dan 10 orang di hilir, dengan harapan sungai di Mataram bisa lebih baik dari sungai di Singapura di masa yang akan datang," katanya di Mataram, Jumat.

Direncanakan 30 aktivis sungai itu diberangkatkan tahun ini, dan paling lambat tahun depan, namun gubernur berjanji akan mengusahakan agar program tersebut bisa dilaksanakan tahun ini.

Pernyataan itu dikemukakan Gubernur NTB saat mencanangkan sekolah dengan lingkungan sampah nihil (Lisan) di Kota Mataram, sebagai salah satu upaya mendukung menyukseskan program zero waste 2023, dirangkaikan dengan peresmian Jembatan Dasan Agung yang menghubungkan dengan Kelurahan Kebon Sari di pinggir Kali Jangkuk, Mataram.

Gubernur merencanakan, 30 orang aktivitas sungai tersebut direncanakan berada di Singapura selama dua hari, dan akan meminta dukungan dari Kedutaan Besar Singapura agar memberikan biaya penginapan, sehingga pemerintah provinsi tinggal menyiapkan biaya tiketnya.

"Harapannya, Pak Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram bisa membiayai untuk oleh-olehnya," ujar gubernur.

Ia mengatakan, sungai di Singapura lebih jelek dari sungai yang ada di daerah ini, tetapi kalau malam menyapa sekitar sungai menjadi artaksi turis yang luar biasa ramainya karena kuliner dimana-mana, dan atraksi musik sehingga malam menjadi hidup.

"Saya membayangkan, alangkah indah dan hebatnya Mataram dan Provinsi NTB kalau semua sungai hidup dan mendatangkan dampak ekonomi bagi masyarakat," lanjutnya.

Gubernur menambahkan, Singapura dipilih menjadi negara studi banding para aktivis sungai, karena Singapura menjadi negara yang paling bagus dalam menata sungai.

"Apalagi sungai kita lebih baik, dan kalau para aktivits bisa belajar dua malam saja saya yakin akan banyak ide-ide dari mereka yang dapat diimplementasikan di daerah kita," sebutnya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar