RSJ NTB Didorong Jadi Rumah Sakit Tipe A
Jumat, 25 Mei 2018 22:48 WIB
Direktur RSJ Mutiara Sukma dr Elly Rosila. (Foto Antaranews/Iman).
Mataram (Antaranews NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma menjadi rumah sakit dari tipe B menjadi tipe A.
"Kita sedang mengupayakan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma bisa menjadi tipe A," kata Direktur RSJ Mutiara Sukma dr Elly Rosila di Mataram, Jumat.
Untuk menjadi rumah sakit tipe A, menurut dr Elly, pihaknya masih kesulitan memenuhi dokter spesialis psikiater. Karena, jumlah dokter ahli di bidang itu, pihaknya baru memiliki dua orang. Padahal, untuk bisa menjadi rumah sakit tipe A, pihaknya membutuhkan delapan orang.
"Kalau dari sarana prasarana kita sudah lengkap, termasuk perawat. Yang masih belum cukup ini tenaga intinya dokter spesialis spsikiater," terangnya.
Menurut dr Elly, untuk mencari dokter spsikiater tidak mudah. Sebab, jumlahnya pun masih terbatas di Indonesia.
"Secara nasional jumlahnya 926 orang. Dari jumlah itu 655 berada di Pulau Jawa dan 271 tersebar di luar Jawa. Jadi setiap rumah sakit rebutan kalau ada," ucap dr Elly.
Kalaupun tidak ada, untuk memenuhi dokter spsikiater, pihaknya melakukan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit.
"Untuk memenuhi memang dengan cara kerja sama dengan rumah sakit lain," tandasnya.
Meski demikian, dr Elly, optimis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma kedepan bisa menjadi rumah sakit dari tipe B menjadi tipe A.
"Kalau bicara target kita ingin secepatnya menjadi rumah sakit tipe A. Mudah-mudahan bisa di tahun 2019," tandasnya. (*)
"Kita sedang mengupayakan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma bisa menjadi tipe A," kata Direktur RSJ Mutiara Sukma dr Elly Rosila di Mataram, Jumat.
Untuk menjadi rumah sakit tipe A, menurut dr Elly, pihaknya masih kesulitan memenuhi dokter spesialis psikiater. Karena, jumlah dokter ahli di bidang itu, pihaknya baru memiliki dua orang. Padahal, untuk bisa menjadi rumah sakit tipe A, pihaknya membutuhkan delapan orang.
"Kalau dari sarana prasarana kita sudah lengkap, termasuk perawat. Yang masih belum cukup ini tenaga intinya dokter spesialis spsikiater," terangnya.
Menurut dr Elly, untuk mencari dokter spsikiater tidak mudah. Sebab, jumlahnya pun masih terbatas di Indonesia.
"Secara nasional jumlahnya 926 orang. Dari jumlah itu 655 berada di Pulau Jawa dan 271 tersebar di luar Jawa. Jadi setiap rumah sakit rebutan kalau ada," ucap dr Elly.
Kalaupun tidak ada, untuk memenuhi dokter spsikiater, pihaknya melakukan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit.
"Untuk memenuhi memang dengan cara kerja sama dengan rumah sakit lain," tandasnya.
Meski demikian, dr Elly, optimis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma kedepan bisa menjadi rumah sakit dari tipe B menjadi tipe A.
"Kalau bicara target kita ingin secepatnya menjadi rumah sakit tipe A. Mudah-mudahan bisa di tahun 2019," tandasnya. (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Nur Imansyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tunggal putri Ester tekuk Mutiara menuju perempat final Ruichang China Masters
14 March 2025 5:20 WIB
ITDC melibatkan investor lokal perkuat pengembangan kawasan Mandalika
06 November 2024 16:41 WIB, 2024
Kemarin, IPM NTB naik imbas MotoGP, AMSI berikan pelatihan hingga pedagang mutiara
31 October 2024 6:05 WIB, 2024
Pengusaha asal China bantah jual mutiara impor secara ilegal di Lombok
10 October 2024 15:53 WIB, 2024
Imigrasi Mataram periksa WNA China terkait penjualan mutiara impor ilegal
08 October 2024 17:50 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wow kirab pemuda Nusantara di Lombok dimeriahkan tradisi "nyongkolan"
02 November 2018 4:47 WIB, 2018