Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan enam orang dokter hewan untuk melakukan pengecekan kesehatan hewan dan daging kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 1447 Hijrah/2026.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Jumat, mengatakan, sebanyak enam dokter hewan tersebut akan melaksanakan tugas di enam kecamatan se-Kota Mataram.

"Setiap kecamatan ada satu dokter hewan dibantu dengan anggota 5-7 orang yang tergabung dalam tim pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban dengan jumlah sekitar 30 orang," katanya.

Menurutnya, tim kesehatan kurban tersebut dijadwalkan mulai turun melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban pada 11 Mei 2026, dengan menyasar pedagang musiman hewan kurban di Kota Mataram.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah titik strategis di Kota Mataram akan muncul pedagang musiman hewan kurban berupa sapi dan kambing yang jumlahnya mencapai ratusan titik.

Untuk memudahkan pengawasan dan pengecekan hewan kurban, tim tersebut dibagi menjadi enam kelompok dan bertanggung jawab melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual pedagang di setiap kecamatan.

Fokus utama petugas dalam kegiatan itu, adalah memastikan hewan kurban bebas dari penyakit berbahaya, termasuk mewaspadai kembali munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Selain aspek kesehatan medis, tim juga akan mengecek kelayakan fisik hewan sesuai syariat kurban, seperti memastikan hewan tidak cacat atau pincang.

"Semua akan diperiksa, baik kesehatannya maupun kelayakan syarat kurban. Kalau ditemukan ada yang sakit atau pincang, otomatis akan dipisahkan dan tidak boleh dijual untuk kurban," katanya.

Sementara terkait tanda khusus atau stempel bagi hewan kurban yang sehat, Johari, menyebutkan tahun ini tidak ada sistem stempel resmi di badan hewan.

Namun, masyarakat bisa memantau tanda-tanda transaksi atau label yang biasanya sudah dipasang secara mandiri oleh pengumpul atau peternak sebagai tanda hewan tersebut telah melalui sortir internal.

Baca juga: Distan Mataram perketat masuknya ternak jelang Idul Adha

Menurutnya, tim kesehatan hewan kurban akan bertugas sampai H+3 Idul Adha, karena pada hari pertama sampai ketiga Idul Adha, petugas juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap daging kurban.

Petugas akan memastikan daging hewan kurban yang dipotong pada sejumlah fasilitas umum seperti di Masjid, musala, pondok pesantren, sekolah, dan lainnya merupakan daging yang ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).

Baca juga: Jelang Lebaran, Pemotongan sapi di Mataram meningkat

"Sebelum daging kurban dibagi, petugas kami terlebih dahulu memastikan daging tersebut layak konsumsi," katanya.

Pasalnya, dari hasil temuan tahun-tahun sebelumnya, sering kali ditemukan kasus cacing hati meskipun secara fisik hewan kurban terlihat sehat, namun pada organ hati dan limpa sering ditemukan cacing.

"Kondisi terjadi kemungkinan karena pakan yang kurang bersih dan petugas akan memusnahkan bagian organ yang terdampak. Sedangkan, untuk daging dan lainnya dinilai masih aman dikonsumsi," katanya.