Dompu, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), membidik penguatan ekonomi kawasan pesisir melalui pengembangan sembilan lokasi baru Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah lolos verifikasi teknis dan administrasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin mengatakan sembilan lokasi tersebut merupakan bagian dari 12 usulan yang diajukan pemerintah daerah kepada KKP untuk mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan dan pengembangan ekonomi berbasis kelautan.
"Dari 12 lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih yang diusulkan Kabupaten Dompu, setelah verifikasi teknis dan administrasi oleh tim KKP, sebanyak sembilan lokasi dinyatakan memenuhi syarat," ujarnya di Dompu, Minggu.
Menurut dia, seluruh lokasi yang dinyatakan memenuhi syarat telah menjalani survei topografi oleh konsultan yang ditunjuk KKP sebagai salah satu tahapan sebelum penetapan resmi oleh pemerintah pusat.
Saat ini, kata Amiruddin, proses usulan tersebut memasuki tahap kajian dan pertimbangan teknis di tingkat kementerian untuk selanjutnya diajukan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan guna memperoleh penetapan melalui keputusan menteri.
"Saat ini sedang menunggu keputusan menteri. Mudah-mudahan sembilan lokasi tersebut dapat ditetapkan sehingga pelaksanaan pekerjaan fisik-nya bisa langsung berjalan pada tahun 2026," ujarnya.
Ia menjelaskan, program KNPM merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan, peningkatan kapasitas usaha nelayan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Selain mendorong produktivitas sektor perikanan, program tersebut juga diarahkan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem dan memperbaiki kualitas lingkungan permukiman pesisir yang masih tergolong kumuh.
"Program ini tidak hanya menghadirkan pemberdayaan bagi nelayan dan masyarakat pesisir, tetapi juga akan didampingi hingga tumbuh dan berkembang. Kita ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui kampung nelayan," katanya.
Adapun sembilan desa yang lolos verifikasi meliputi Desa Hu'u di Kecamatan Hu'u, Desa Tolokalo dan Desa Soro di Kecamatan Kempo, Desa Malaju dan Desa Karama di Kecamatan Kilo, Desa Kwangko di Kecamatan Manggelewa, Desa Jambu di Kecamatan Pajo, serta Desa Pekat dan Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat.
Amiruddin mengatakan, pengembangan kawasan pesisir melalui KNMP diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bertumpu pada sektor perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga usaha mikro masyarakat pesisir.
Ia optimistis penambahan sembilan lokasi KNMP akan memperkuat kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di wilayah pantai.
Sebelumnya, Desa Jala di Kecamatan Hu'u telah ditetapkan sebagai lokasi program KNMP tahun 2025 dengan alokasi anggaran sekitar Rp22 miliar dari pemerintah pusat.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung kawasan perikanan serta penyediaan peralatan yang menunjang aktivitas industri perikanan masyarakat setempat.
Baca juga: Tim SAR mengevakuasi jasad pemuda terseret ombak di Dompu
Baca juga: STM distribusikan 11 ekor sapi untuk perkuat solidaritas sosial di Dompu
Baca juga: Dompu perkuat data sektoral jaga arah pertumbuhan ekonomi