Geram istri diberangkatkan ke luar negeri, rumah penyalur TKW dibakar satu tewas

id Geram istri diberangkatkan ke luar negeri,TKW,Bima,NTB,Polisi

Geram istri diberangkatkan ke luar negeri, rumah penyalur TKW dibakar satu tewas

Rumah milik Nurwahida warga Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dibakar oleh seorang pelaku berinisial AR alias Rio yang menyebabkan tewasnya seorang perempuan, ST Arfah atau Rao (52) dan tiga korban luka bakar cukup serius. Pelaku tampak diamankan petugas kepolisian setempat.

Taliwang (ANTARA) - Rumah milik Nurwahida warga Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dibakar oleh seorang pelaku berinisial AR alias Rio yang menyebabkan tewasnya seorang perempuan, ST Arfah atau Rao (52) dan tiga korban luka bakar cukup serius.

Kapolres Dompu, melalui Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris, di Dompu, Senin, mengatakan pelaku membakar rumah tersebut karena geram terhadap pemilik rumah yang diduga oleh pelaku telah membawa istrinya untuk dijadikan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri.

"Sebelum membakar rumah, pelaku sempat ingin menanyakan keberadaan istrinya kepada Nurwahida atau Ida karena sejak pukul 10.00 WITA meninggalkan rumah. Pelaku mencurigai istrinya dijadikan TKW oleh Nurwahida karena nomor Nurwahida tidak dapat dihubungi," jelasnya.

Sulitnya menghubungi Ida, semakin meyakinkan pelaku bahwa istrinya sudah dijadikan TKW, karena dua tahun lalu Ida sempat mencoba membawa istri pelaku untuk dijadikan TKW namun dapat digagalkan pelaku dengan cara menyetop mobil yang membawa istrinya.

Untuk mencari istrinya, sekitar pukul 21.00 Wita terduga pelaku bersama dua orang temannya One dan Maulana menghadang bus dari Bima tujuan Mataram di ujung Dusun Banggo Desa Soriutu, tetapi usaha itu nihil.

Karena geram dan emosi tidak mendapatkan istrinya, pelaku lalu mendatangi rumah Ida dan menyuruh tiga orang yang berada dalam rumah tersebut untuk segera meninggalkan rumah karena akan dibakar pelaku.

Sekitar pukul 22.50 WITA, pelaku membeli dua botol bensin dan langsung membakar rumah Ida yang di dalam nya masih terdapat tiga orang yaitu  St. Hajar (65), Niken (23), dan Lia (26).

"Melihat rumah terbakar, ketiga korban berusaha keluar dari rumah, tetapi Niken yang merupakan anak Ida terjebak dan sulit keluar sementara api terus membesar membakar rumah panggung tersebut," ungkap Abdul Haris.

Mengetahui Niken masih dalam rumah, salah satu kerabat, St Afrah alias Rao mencoba masuk menyelamatkan Niken. Tetapi nasib berkata lain, Rao justru menjadi korban meninggal dibakar api, sementara Niken mengalami luka bakar sekitar 70 persen badannya.

Anggota sektor Woja dan Pemadam Kebakaran langsung menuju lokasi usai dilaporkan warga dan Api dapat dipadamkan setelah dua unit mobil water Canon milik polres Dompu dan satu unit mobil Damkar tiba di TKP  dan memadamkan api dan korban dievakuasi ke RSUD Dompu menggunakan mobil Polsek Woja.

Kapolsek Woja kemudian mengumpulkan Timsus bersama personil Intelkam dan Reskrim Polsek Woja untuk segera mencari pelaku.

Kapolsek Woja, Ipda Abdul Haris bersama anggota melakukan upaya pencarian di beberapa titik hingga pukul 24.00 WITA belum membuahkan hasil.

Dari penyisiran dan pencarian di Desa Jala Kecamatan Hu'u hingga pukul 00.30 WITA, akhirnya Polisi mendapatkan pelaku sedang bersembunyi di salah satu kamar tidur di rumah kerabat pelaku yaitu Judi M. Sidik, dan pelaku langsung dibawa dan diamankan ke Mapolres Dompu.

Akibat dari kejadian kebakaran tersebut, Ida mengalami kerugian sekitar Rp60 juta.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar