Polisi tembak bandar narkoba

id Bandar narkoba,Polda Sumatera Utara,Polisi tembak mati bandar narkoba di Sumut

Polisi tembak bandar narkoba

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat menunjukkan barang bukti sabu saat konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Utara menembak mati seorang bandar narkoba di Kota Medan berinisial MY setelah melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin sore mengatakan aksi penangkapan bermula saat petugas mendapat informasi adanya pengedar sabu dari Aceh menuju ke Medan.

Dari informasi tersebut, petugas langsung menuju perbatasan Aceh-Sumut. Sesampainya di lokasi, petugas mencurigai satu unit mobil Toyota Yaris yang hendak masuk ke Sumut.


 
Petugas menghentikan mobil yang dikendarai oleh tersangka KR dan HS dan melakukan penggeledahan. Petugas menemukan 5 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah ransel.

Kemudian, petugas melakukan pengembangan dari dua tersangka tersebut. Mereka mengaku sudah pernah melakukan transaksi dengan orang Medan berinisial MY.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan MY di kawasan Binjai saat mengendarai mobil jenis Innova.
 
Petugas mencoba menghentikan mobil MY, namun MY mencoba melarikan diri dan menembak mobil petugas dengan senjata api (senpi).
 
Adanya perlawanan, petugas langsung melakukan tindakan tegas dan terukur dan berhasil melumpuhkan tersangka MY. Dari tersangka MY, petugas berhasil menyita sabu seberat 10 kilogram.
 
"Petugas lalu membawa MY ke RS Bhayangkara Medan dan saat diperjalanan tersangka meninggal dunia. Kita akan melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang di Aceh " ujarnya.

Kapolda mengatakan dari ketiga tersangka berinisial KR, HS dan MY, tersangka MY terpaksa diberi tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada petugas. Sementara total barang bukti yang disita yakni 15 kilogram sabu.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar