Mataram, 24/2 (ANTARA) - Sedikitnya 900 penumpang kapal pesiar mewah "Holland American Line" yang singgah di perairan pantai Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Selasa, mengunjungi Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Museum Negeri Provinsi NTB Drs R Joko Prayitno mengatakan, wisatawan asal Eropa dan Amerika Serikat (AS) itu berkunjung ke museum menggunakan belasan bus dan disambut kesenian "jaran kamput".
"Jaran kamput" adalah kesenian khas Lombok berupa permainan kuda-kudaan yang terbuat dari kayu dan biasanya ditampilkan pada upacara daur hidup seperti khitanan dan perkawinan.
Para wisatawan yang usianya antara 60 hingga 80 tahun itu berada di Museum Negeri Provinsi NTB sekitar satu jam untuk menikmati benda-benda budaya dan peninggalan sejarah koleksi museum terbesar di daerah ini.
Para wisatawan yang dipandu petugas dari "Lombok Paradise Tour and Travel" itu tertarik dengan koleksi Museum NTB terutama benda-benda budaya, kain tenun tradisional yang digunakan untuk upacara adat seperti 'umbak kombong' dan koleksi keris peninggalan zaman kerajaan Lombok.
Wisawatan asal Amerika, Wilem Anderson mengatakan, Museum NTB cukup menarik karena koleksinya berupa benda-benda budaya dan peninggalan sejarah yang unik dan tidak dapat ditemukan lagi di tempat lain.
"Saya merasa senang kendati hanya sebentar berkunjung ke museum ini," katanya. Ungkapan serupa juga disampaikan Roger Wilson asal San Diego Kalifornia yang menyatakan senang berada di museum kendati hanya sebentar.
"Koleksi benda-benda bersejarah yang disimpan di museum ini menarik," ujarnya.
Salah seorang pemandu wisata, Suryono mengatakan, para wisatawan penumpang kapal pesiar mewah itu bertolak dari Los Angeles, AS pada Januari alu dan singgah di sejumlah negara Eropa terus ke Australia yang selanjutnya menuju Lombok (NTB).
Dikatakannya selama satu hari berada di Lombok, para wisatawan ini mengunjungi sejumlah objek wisata, antara lain
Lingsar, pasar seni Sayang-sayang, Museum NTB, dan sentra kerajinan gerabah Banyumulek dan Taman Narmada.
"Setelah mengunjungi Lombok, kapal pesiar mewah yang membawa 1.200 penumpang termasuk 300 anak buah kapal (ABK) yang sebaian besar warga negara Indonesia itu akan melanjutkan perjalanan menuju Kuching, Serawak, Malaysia. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026