Mataram, 20/2 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengharapkan keterlibatan secara aktif manajemen perusahaan yang beroperasi di daerah itu, baik perusahaan milik negara/daerah maupun perorangan atau konsorsium, untuk membantu mempromosikan potensi budaya dan pariwisata.
  {jpg*2}"Itu harapan pemerintah daerah yang perlu disikapi manajemen perusahaan baik BUMN yang beroperasi di daerah ini, dan BUMD serta perusahaan perseorangan dan konsorsium," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Senin.
   Gita mengatakan, harapan pemerintah daerah itu telah dikomunikasikan dengan sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta perusahaan lainnya, sebagai bagian dari upaya bersama memajukan sektor pariwisata di wilayah NTB.{jpg*3}
   Harapan itu dilatarbelakangi adanya keterbatasan anggaran promosi pariwisata, termasuk yang bersumber dari pusat.
   Secara nasional, dana promosi pariwisata yang minim masih akan menjadi masalah utama kegiatan promosi pariwisata nasional pada tahun ini, dan tahun-tahun mendatang.
   "Di NTB banyak perusahaan yang maju dan selalu untung setiap tahun, namun belum banyak yang berpartisipasi aktif dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah ini. Newmont sudah membantu mempromosikan pariwisata, namun diharapkan keberlanjutannya," ujarnya.
   Mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB itu mengapresiasi perusahaan tambang tembaga dan emas PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang telah membantu sebagian dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk pendanaan penyelenggaraan Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesian Mart Expo (TIME), 12-15 Oktober 2010 di Pulau Lombok.
   PTNNT mengalokasikan dana CRS sebesar Rp3,9 miliar untuk mendukung kesuksesan TIME 2010 itu. Dukungan Newmont untuk kemajuan pariwisata juga terealisasi di 2011.
   "Mudah-mudahan ada 'newmont-newmont' lainnya (perusahaan lain, Red) yang berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program pengembangan pariwisata di wilayah NTB. Dengan begitu, sektor pariwisata NTB akan semakin maju dan berkembang," ujarnya. 
   Sejumlah politisi di DPRD Provinsi NTB, juga mengemukakan pandangannya tentang pentingnya keterlibatan perusahaan dalam membantu mengembangkan pariwisata, melalui program CSR.
   Nurdin Ranggabarani, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang berkecimpung di Komisi III DPRD NTB yang membidangi infrastruktur dan pariwisata mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekrek) yang berada dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian, hendaknya membantu pendanaan promosi pariwisata NTB.
   Ia menyambut baik pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di media massa terbitan Jakarta yang menyatakan akan mengkoordinasikan dana-dana tanggung jawab sosial perusahaan yang dimiliki oleh BUMN untuk membantu kegiatan promosi pariwisata nasional.
   "Itu berarti BUMN yang ada di daerah ini dapat menggunakan dana CRS untuk bantu mempromosikan pariwisata NTB, minimal dukungan penataan obyek wisata potensial. Menparekrek perlu mengingatkan tindak lanjut upaya Menko Perekonomian itu, agar semakin banyak BUMN atau perusahaan nasional lainnya yang berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata NTB," ujarnya.
   Hal serupa dikemukakan anggota DPRD NTB lainnya yakni Ardany Zulfikar, yang menekankan pentingnya dukungan perusahaan baik BUMN/BUMD maupun perusahaan perseorangan dan konsorsium untuk ikut menata obyek wisata potensial di wilayah NTB.
   Penataan obyek wisata potensial di NTB itu, dapat berupa penempatan kotak sampah di berbagai lokasi strategis, dan pendirian toilet di lokasi obyek wisata.
   "Memang sederhana, namun dukungan fasilitas kotak sampah dan toilet di lokasi wisata itu sangat dibutuhkan, sekaligus perusahaan itu mempromosikan keberadaannya beserta programnya," ujar politisi dari Partai Golkar itu.
   Pemerintah Provinsi NTB menargetkan kunjungan wisatawan di 2012 sebanyak satu juta orang sesuai target Visit Lombok Sumbawa (VLS) yang akan diicapai diakhir 2012.
   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB mengklaim jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok dan Sumbawa serta pulau-pulau kecil (gili) sepanjang 2011 mencapai 886.880 orang.
   "Total jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah NTB selama 2011 mencapai 886.880 orang, terdiri dari 522.684 orang wisatawan nusantara dan 364.196 orang wisatawan mancanegara," ujar Gita.
   Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan itu telah melampaui target kunjungan wisatawan 2011 sebanyak 850 ribu orang, atau meningkat sebesar 22,26 persen dari kunjungan wisatawan tahun sebelumnya yang mencapai 752.338 orang.
   Data kunjungan wisatawan 2011 itu, diperoleh dari hasil komparasi data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan testimoni pelaku usaha pariwisata, dan pihak terkait lainnya yang berurusan dengan wisatawan.
  Testimoni kunjungan wisatawan itu dilakukan awal Januari 2012, agar kunjungan wisatawan di akhir 2011 yang relatif banyak juga terekap.
   Para pihak yang diminta memberikan testimoni itu yakni pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS), pengurus organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan petugas di pintu masuk wilayah NTB baik di bandara maupun pelabuhan.
   Petugas di pelabuhan pariwisata seperti di tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) juga diminta memberikan testimoni, terkait kunjungan wisatawan menggunakan kapal pesiar yang langsung dari Bali ke tiga gili itu.
   "Testimoni dilakukan karena Badan Pusat Statistik hanya mengambil data hunian di hotel berbintang, sementara tidak semua wisatawan menginap di hotel berbintang," ujarnya.
   Menurut Gita, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke NTB itu juga dipengaruhi oleh kehadiran Bandara Internasional Lombok (BIL) yang beroperasi sejak 1 Oktober 2011, banyaknya even nasional dan internasional di Pulau Lombok, bertambahnya jumlah hotel dan arus investasi yang juga meningkat. (*)

Keterangan:

Foto Atas: Obyek wisata Mandalika Resort di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang hendak dikembangkan menjadi kawasan pariwisata terpadu, bernilai puluhan triliun rupiah. Kini, PT Badan Pariwisata Bali (BTDC) tengah menjaring investor mitra untuk mengembangkan kawasan tersebut. 

Foto Bawah: Obyek wisata Pantai Lakey, di Kabupaten Dompu, NTB, yang diminati wisatawan mancanegara, untuk kegiatan "surfing", dan kegiatan wisata lainnya.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026