"Dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak 356 sampel yang diperoleh dari seluruh kambing yang ada diseluruh Kabupaten di Sulbar untuk dilakukan pengujian penyakit brucellosis menggunakan metode rose bengal test (RBT) dan complement fixation test (CFT)," katanya.
Menurut dia, ternak kambing adalah inang dari brucella, hama penyakit tersebut dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati pada kambing sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi peternak," katanya.
Baca juga: Karantina Pertanian Lampung tahan 1.280 ekor burung
Baca juga: Petani NTB kembangkan tanam vanili organik
Selain itu, brucella juga bersifat zoonosis yang dapat berbahaya bagi kondisi kesehatan manusia apabila tertular, sehingga harus dipantau untuk selanjutnya diantisipasi bila ditemukan. Ia mengatakan, pemantauan HPHK pada hewan ternak di Sulbar merupakan agenda tahunan untuk mengetahui perkembangan sebaran HPHK di Sulbar. "Pemantauan tersebut juga akan menjadi acuan dalam mengambil keputusan bagi seluruh instansi pemerintah dalam mendukung program karantina hewan di Sulbar," katanya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026