Pemerintah siapkan Rp2,5 Triliun bangun dua bendungan di NTB

id Bendungan NTB,Meninting,Beringin Sela,NTB

Ilustrasi bendungan.

Kalau dana pembangunannya sudah ada di pusat, sehingga kita berharap proses pembebasan lahan yang menjadi kewajiban pemda kabupaten bisa rampung sesuai target yang telah ditetapkan
Mataram (Antaranews NTB)- Rencana pemerintah menargetkan pembangunan dua bendungan baru di Nusa Tenggara Barat, yakni Bendungan Meninting dan Beringin Sila pada akhir tahun 2018, nampaknya dipastikan tinggal menunggu waktu setelah pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 triliun.

"Kalau dana pembangunannya sudah ada di pusat, sehingga kita berharap proses pembebasan lahan yang menjadi kewajiban pemda kabupaten bisa rampung sesuai target yang telah ditetapkan," kata Kepala Dinas Pekerjaqn Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir Wedha Magma Ardhi di Mataram.

Ia menjelaskan, total dana yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat mencapai Rp2,5 triliun. Sementara itu, peletakan batu pertama "ground breaking" bendungan Beringin Sila antara Juli atau Agustus. Sedangkan, Meninting sesuai informasi pusat adalah pada?akhir tahun ini.

"Tinggal, dua pemerintah daerah, yakni Pemkab Lombok Barat dan Sumbawa terus melakukan finalisasi pembebasan lahannya. Mengingat, lahan yang dibutuhkan untuk merealisasikan dua bendungan raksasa itu tidak sedikit, yakni mencapai ribuan hektare," terangnya.

Untuk diketahui, pembuatan dua bendungan baru di NTB, yaitu Bendungan Beringin Sila, mempunyai kapasitas daya tampung air sebesar 40,5 juta meter kubik dan dapat mengairi 3.500 hektar (ha) sawah. Sementara itu, bendungan Meningting, volume tampungnya mencapai 9,9 juta meter kubik dengan luas areal irigasi mencapai 1.559 ha.

Untuk nilai proyek pembangunan Bendungan Beringin Sila sendiri mencapai lebih dari Rp1,7 triliun dan Rp800 miliar buat Bendungan Meninting. Selain dua bendungan tersebut, di NTB pun sedang berlangsung pembangunan tiga bendungan, yaitu Bendungan Tanju, Mila, dan Bintang Bano yang dimulai sejak 2015.

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1, Asdin Julaidy menjelaskan, sebenarnya pembangunan Bendungan Tanju sudah selesai dan sedang dalam proses terisi air. Namun karena akan dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata maka bendungan tersebut sedang ditata landscape-nya untuk pembuatan taman kota.

"Hal yang sama terjadi juga di Bendungan Bintang Bano, desainnya itu saya ubah lagi agar bisa sebagai tempat rekreasi," ujarnya.

Ada pun untuk Bendungan Mila, kata dia, pembangunannya akan selesai pada awal atau pertengahan Juli 2018. Lebih cepat dari rancangan desain yang seharusnya selesai pada Desember 2018. Untuk pengisian air di bendungan tersebut, menurut Asdin, akan dilakukan dengan cara feeder atau mengambil air dari Bendungan Rababaka yang berjarak kurang lebih 18 kilometer (KM) dari Mila.

Caranya adalah dengan membuat terowongan yang menghubungkan kedua bendungan tersebut. Pembangunan terowongan pun akan dilakukan dua tahap, pertama dengan panjang 700 meter (M) dan kedua panjangnya 1.750 M.

"Tahap pertama sudah "clear" tinggal dibeton saja. Tahap kedua akan dibangun dan mudah-mudahan clear pada 2019 sehingga akan beroperasi maksimal serta diserahkan ke operator pada 2020," kata Asdin.

Baik rencana "ground breaking" Bendungan Meninting dan Beringin Sila, lalu pembangunan Bendungan Tanju, Mila, serta Bintang Bano adalah program strategis pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk membangun 65 bendungan selama periode 2015 - 2019.

Karena itu, dengan adanya tambahan 5 bendungan tersebut, berdasarkan data Kementerian PUPR, maka ke depan NTB akan punya 68 bendungan. Sehingga, provinsi NTB akan menjadi daerah dengan jumlah bendungan terbanyak dari total 231 bendungan yang ada di Indonesia. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar