Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait bantuan tunai langsung sementara (BLTS) yang belum dicairkan oleh penerima manfaat di tahun 2025.
"Penyaluran BLTS 2025 di Lombok Tengah belum selesai semua, karena ada kelompok penerima manfaat yang belum mengambil," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah Masnun di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan pencairan BLTS tersebut belum rampung, karena dari penerima manfaat tidak melakukan pengambilan sesuai jadwal di 2025, sehingga bantuan tersebut telah kembali ke kas negara.
"Informasi banyak yang dikembalikan ke kas negara. Berapa penerima yang belum melakukan pencairan, kami sedang minta datanya," katanya.
Baca juga: Ribuan warga Lombok Tengah terima dana BLTS Rp900 ribu
Terhadap persoalan ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait mekanisme pencairan selanjutnya.
"Kami koordinasikan dulu dengan pemerintah pusat, bisa dicairkan di 2026 atau tidak," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat pada akhir 2025 ribuan warga yang masuk dalam kategori penerimaan bantuan mulai menerima dana bantuan langsung tunai sementara Rp900 ribu yang digelontorkan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
"Dana BLTS itu sudah mulai cair dan warga sudah ada yang menerima," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah.
Baca juga: Sebanyak 68.062 warga Lombok Tengah dapat BLTS di 2025
Ia mengatakan bantuan sosial Rp900 ribu per orang tersebut disalurkan melalui Bank BRI dan Kantor Pos. Dana yang diterima tersebut untuk bantuan selama tiga bulan mulai Oktober, November dan Desember atau per bulan Rp300 ribu.
"Mereka terima Rp900 ribu dalam satu kali pencairan untuk bantuan tiga bulan," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026