Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan perdesaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2025 berada dalam posisi yang lebih rendah ketimbang tingkat kemiskinan perkotaan.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan tingkat kemiskinan perkotaan sebesar 11,70 persen, sedangkan tingkat kemiskinan perdesaan hanya 11,02 persen.

"Penduduk miskin desa bekerja di sektor primer, seperti pertanian, perdagangan, dan sebagian industri rumah tangga. Mereka bisa bekerja sepanjang tahun," ujar Wahyudin di Mataram, Kamis.

Pada 2025, penduduk yang hidup di desa bisa menggarap lahan pertanian dan perkebunan lebih lama karena kondisi cuaca kemarau basah akibat fenomena La Nina.

Hujan yang lebih sering turun mendukung usaha pertanian dan perkebunan yang dilakukan oleh penduduk desa.

Baca juga: Lahan tidur milik investor di NTB jadi alat pengentasan kemiskinan

Sementara itu, ia mengatakan di perkotaan luas lahan pertanian terbatas akibat terhimpit alih fungsi lahan. Penduduk kota cenderung bekerja pada sektor transportasi dan perdagangan.

Itu yang menyebabkan kemiskinan penduduk kota agak lebih tinggi sedikit daripada pedesaan. Di pedesaan, mereka menikmati pekerjaan apalagi sekarang musim hujan," kata Wahyudin.

Lebih lanjut ia mengatakan program Desa Berdaya yang digulirkan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengentaskan angka kemiskinan ekstrem baru bisa terlihat pada akhir tahun ini lantaran program tersebut berjalan mulai Juni 2026.

Baca juga: Gerakan Desa Berdaya diluncurkan di NTB

Wahyudin berharap sasaran penduduk miskin ekstrem by name by adress di 40 desa dengan jumlah sekitar 7.250 kepala keluarga yang menjadi target pengentasan lewat program Desa Berdaya bisa dirilis pada pertengahan Februari 2026.

"Dampak dari intervensi program Desa Berdaya bisa terlihat sekitar September 2026 mendatang," kata Wahyudin.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Desa berdaya, harapan baru pengentasan kemiskinan di NTB

Pada September 2025, BPS mencatat jumlah penduduk miskin NTB sebanyak 637,18 ribu orang atau menurun 17,39 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 21,42 ribu orang terhadap September 2024.

Sedangkan angka persentase penduduk miskin pada periode yang sama tercatat sebesar 11,38 persen. Jumlah itu menurun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,53 persen poin terhadap September 2024.

Baca juga: Rantai kemiskinan di NTB berkontribusi terhadap perkawinan anak
Baca juga: Pengeluaran warga NTB di bawah Rp18 ribu/hari masuk kategori miskin
Baca juga: Penduduk miskin di NTB sebanyak 654.570 jiwa per Maret 2025
Baca juga: Gubernur NTB fokus penurunan kemiskinan dan stunting di 2025



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026