Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) ke tanah suciMakkah, Arab Saudi pada  April 2026 tetap tidak berubah sesuai jadwal yang sudah ditetapkan meski ada perang di Timur Tengah.

"Insyaallah pelaksanaan haji tetap berjalan sesuai jadwal. Belum ada pengaruh dari eskalasi Timur Tengah," kata Kepala Kemenhaj NTB, Lalu Muhammad Amin di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan, bila melihat jadwal yang sudah ditetapkan, jamaah haji NTB akan masuk Asrama Haji di Kota Mataram pada tanggal 21 April 2026, pukul 06.00 Wita, dan untuk Kloter 1 akan diberangkatkan ke tanah suci, Arab Saudi pada  22 April 2026.

Amin menyebutkan, jumlah calon haji NTB untuk tahun ini sebanyak 5.798 orang. Dari seluruh jamaah tersebut, sudah selesai pengajuan visanya ke Pemerintah Arab Saudi.

"Data jamaah telah selesai pengajuan visanya, penentuan kloter, manasik haji, dan diklat petugas juga sudah dilakukan sebelum  Ramadhan. Tinggal sekarang jamaah haji menjaga kondisi kesehatan untuk persiapan pemberangkatan," terangnya.

Untuk Kloter I JCH NTB berasal dari daerah Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah jamaah sebanyak 393 orang.

Baca juga: Ratusan calon haji Kabupaten Sumbawa Barat ikuti manasik haji

"Insyaallah visa telah di cetak semua dari masing-masing kloter dan kartu nusuk akan dibagikan di embarkasi oleh Syarikah, dan kami terus mitigasi apabila ada perubahan namun sampai saat ini berjalan lancar," katanya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pemberangkatan jamaah calon haji pada musim haji 2026 masih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya.

Baca juga: Terbagi 4 kloter, 1.173 calon haji Lombok Tengah siap berangkat

"Terkait pemberangkatan jamaah calon haji sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap 21 April 2026 jamaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat," kata Mochamad Irfan Yusuf.

Ia mengungkapkan Kementerian Haji dan Umrah sudah membuat persiapan dan tinggal menunggu hari pemberangkatan. Hal tersebut sama seperti orang yang menyelenggarakan pernikahan dengan menyiapkan untuk proses tersebut seperti membayar gedung, katering, seragam, dan sebagainya.

"Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari pemberangkatan jamaah calon haji," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026