Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan safari Ramadan 1447 Hijriah sekaligus operasi pasar murah (OPM) untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan mendapatkan harga di bawah harga pasar.

"Setelah kegiatan pasar rakyat selesai pada 26 Februari 2026, kami lanjut melaksanakan OPM di lokasi safari Ramadan," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Selasa.

Hal tersebut sesuai dengan hasil rapat gabungan untuk persiapan kegiatan safari Ramadan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Menurutnya, kegiatan safari Ramadhan kepada daerah dijadwalkan dilaksanakan selama enam kali di enam kecamatan se-Kota Mataram dan kegiatan safari berlangsung pagi sehingga pas untuk dirangkaikan dengan OPM.

"Safari Ramadhan kini tidak lagi malam, melainkan pagi," katanya.

Baca juga: Operasi pasar murah keliling di Mataram siapkan 2,5 ton beras murah

Dalam kegiatan OPM tersebut, katanya, pihaknya akan melibatkan puluhan distributor kebutuhan pokok, termasuk dari ritel modern, Bulog, dan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan petani-petani binaan sehingga bisa memberikan harga di bawah harga pasar.

Kegiatan OPM konsepnya sama dengan pasar rakyat atau pasar murah yang sedang dilaksanakan saat ini selama tiga hari yakni 24-26 Februari 2026 di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Jempong, kemudian Rabu (25/2-202) pasar rakyat dilanjutkan di Kelurahan Gegutu Timur, dan terakhir Kamis (26/2-2026) di Kelurahan Kekalik Jaya.

"Harga kebutuhan pokok di OPM, InsyaAllah juga sama sebab distributor yang dilibatkan juga sama. Dengan selisih harga Rp1.000 hingga Rp5.000 per barang," katanya.

Misalnya untuk harga cabai rawit lokal harga di pasar rakyat Rp95.000 per kilogram dan Rp60.000 per kilogram untuk cabai luar jenis baskara.

Baca juga: Antisipasi inflasi, TPID gelar operasi pasar keliling di Mataram

Sementara harga di pasar untuk cabai lokal Rp100.000 per kilogram di pasar induk, sedangkan pasar kecil bisa mencapai Rp110.000 per kilogram. Harga itu turun dari sebelumnya pada Sabtu (21/2-2026) yang mencapai Rp170.000-Rp180.000 per kilogram.

Begitu juga dengan bawang merah harganya Rp31.000-Rp35.000 per kilogram, sedangkan di pasar harganya Rp40.000 per kilogram.

Kemudian, Minyakita harganya Rp15.500 per liter, telur ukuran sedang juga diserbu pembeli dengan harga Rp53.000 per tray (satu tray isi 30 butir), di pasar Rp56.000 per tray.

Selain itu, beras SPHP juga menjadi incaran masyarakat karena harganya Rp11.600 per kilogram dikemas dalam 5 kilogram dengan harga Rp58.000.

Dikatakan, kegiatan pasar rakyat dan OPM digencarkan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri sebagai upaya menstabilkan harga sekaligus memastikan stok kebutuhan pokok di Kota Mataram aman terkendali sehingga masyarakat tidak panik "buying".

"Pasar rakyat dan OPM juga mendekatkan layanan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar," katanya.

Baca juga: Pasar murah digelar di Mataram tekan harga cabai ke Rp60.000 per kg
Baca juga: Operasi pasar murah di Mataram stabilkan harga telur