Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fase bulan baru yang dapat memicu pasang air laut maksimum setinggi dua meter di kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi mengatakan periode peringatan banjir rob berlangsung pada 15 sampai 24 April 2026
"Waktu pasang maksimum terjadi mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA," ujarnya di Mataram, Rabu.
Potensi banjir rob diperkuat faktor oseanografi lain berupa tinggi gelombang yang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter serta pola angin bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 20 knot.
Topan menuturkan kombinasi itu dapat meningkatkan risiko genangan pada kawasan pesisir, terutama saat puncak pasang yang terjadi sejak pagi hingga sore hari.
Ia mengimbau masyarakat yang berada di daerah pesisir untuk selalu siaga dan mewaspadai potensi pasang air laut maksimum.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Ampenan, Sekarbela, Lembar, Labuhan Lombok, Sumbawa, Labuhan Badas, Sape, Woha, hingga Asakota.
Baca juga: Waspada! BMKG peringatkan banjir rob di pesisir Lombok dan Sumbawa
"Kami berharap masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca dan kondisi maritim terkini melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi risiko akibat pasang air laut maksimum," kata Topan.
Fase bulan baru terjadi pada 17 April 2026, yang membuat langit menjadi gelap tanpa cahaya bulan. Ketika fase bulan baru berlangsung posisi bulan dan Matahari sejajar dengan bumi, sehingga memaksimalkan gaya gravitasi gabungan yang menarik air laut ke titik tertinggi.
Baca juga: Waspada! banjir rob ancam pesisir NTB saat libur Lebaran
Potensi banjir rob saat ini berbarengan dengan jarak terdekat bulan ke bumi atau disebut perigee. Jarak terdekat bulan dengan bumi dalam periode perigee sejauh 361.630 kilometer yang terjadi pada 19 April 2026.