Mataram meniadakan pemotongan hewan kurban di halaman kantor wali kota

id kurban,mataram,tidak ada

Mataram meniadakan pemotongan hewan kurban di halaman kantor wali kota

Dokumen: kegiatan pemotongan daging hewan kurban di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebelum pandemi COVID-19. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meniadakan pemotongan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota Mataram, guna menghindari kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

"Untuk pemotongan hewan kurban tahun ini, kita pusatkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk," kata Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) Setda Kota Mataram Fathoni Asfriand di Mataram, Jumat.

Selain untuk mencegah kerumunan, lanjutnya, pemotongan hewan kurban di RPH juga sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Mataram Nomor: 117/KK.18.07/1/KS.02.2/07/2021, tentang Pelaksanaan Ibadah Hari Raya Idul Adha serta Pemotongan Hewan Kurban dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kota Mataram.

"Jadi tradisi dari tahun ke tahun kita memotong hewan kurban di halaman kantor wali kota pada Hari Raya Idul Adha, kita tiadakan," katanya.

Menurutnya, jumlah hewan kurban yang akan disiapkan Pemerintah Kota Mataram sekitar 48 ekor, terdiri atas 31 ekor kambing dan 17 sapi.
Hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Mataram.

Namun hewan kurban yang akan dipotong di RPH hanya empat ekor sapi, sementara sisanya dibagi ke sejumlah masjid, pondok pesantren, madrasah, serta sejumlah lingkungan yang sebelumnya mengajukan permohonan bantuan hewan kurban.

"Untuk daging hewan kurban yang dipotong di RPH, akan dibagi ke petugas kebersihan yang ada di lingkup kantor wali kota, serta sejumlah warga yang berhak di sekitarnya," katanya.

Untuk menghindari kerumunan saat pengambilan daging kurban, Fathoni, akan membagikan kupon sekitar 400. Namun untuk pengambilan, dilakukan secara kolektif dengan mengirim perwakilan masing-masing.

"Misalnya untuk petugas kebersihan yang datang ke RPH hanya koordinatornya saja, kemudian koordinatorlah yang akan membagi daging kurban tersebut ke rekan-rekannya," katanya.