Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Lalu Pathul Bahri  mengatakan, kasus stunting di daerah pada 2022 menurun menjadi 20,7 persen dari sebelumnya 21,81 persen dari total balita stunting yang mencapai 18.680 jiwa. "Artinya kasus stunting di Lombok Tengah saat ini tinggal 3000 balita. Ini sebagai catatan dan menjadi tanggung jawab kita bersama," kata dia di Praya, Kamis.

Ia mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah dalam rangka percepatan penurunan kasus stunting di Lombok Tengah, baik itu dengan melibatkan pemerintah desa maupun organisasi lainnya. Sehingga angka stunting di Lombok Tengah dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Angka stunting di Lombok Tengah awalnya itu sebanyak 29 persen di 2019, turun menjadi 27 persen di 2020, turun lagi menjadi 21 persen di 2021 dan saat ini ada di angka 20 persen di 2022," katanya.

Untuk menurunkan kasus stunting ini cukup berat, sehingga tidak bisa diserahkan kepada dinas terkait, namun semua pihak harus bergerak termasuk masyarakat diharapkan bisa ikut mendukung program pemerintah tersebut. Salah satu faktor penyebab kasus stunting adalah kasus pergi anak, sehingga hal tersebut harus dicegah supaya tidak ada anak-anak yang lahir dalam tidak keadaan sehat.

"Mencegah pernikahan anak tugas kita bersama, sudah cukup pemerintah memberikan hal itu terjadi. Apabila hal itu terjadi harus dipisahkan dan paling tidak kehamilan mereka ditunda," katanya.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah menggandeng Kemenag wujudkan balita sehat
Baca juga: PKK Mataram siap membantu penurunan kasus balita kerdil


Ia mengatakan, progres penanganan stunting pasca COVID-19 sudah mulai lancar kembali, di mana dalam kegiatan konvergensi stunting sudah memasuki tahap aksi ke-3 dengan pemberian makanan tambahan gizi balita stunting dengan kategori gizi kurang sebanyak 162 kasus, pemberian makanan tambahan ibu hamil kekurangan energi kronis sebanyak 162 kasus, dan pemberian makanan tambahan gizi buruk sebanyak 14 kasus per September 2022. "Semoga target 14 persen penurunan kasus stunting 2024 bisa tercapai sesuai dengan program pemerintah pusat," katanya.

 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026