Lapas Kelas IIA Mataram siapkan enam TPS Pemilu 2019

id tps lapas,tps,lapas mataram,pemilu 2019

Aktivitas warga yang melakukan kunjungan di Lapas Kelas IIA Mataram, NTB, Selasa (16/4/2019). (Foto Antara/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019.

Kepala Lapas Kelas IIA Mataram Tri Saptono Sambudji kepada wartawan di Mataram, Selasa, mengatakan, enam TPS disiapkan untuk mempercepat proses pencoblosannya.

"Jadi dari KPU sengaja memperbanyak TPS untuk lapas, biar prosesnya cepat selesai, tidak sampai malam," kata Tri Saptono Sambudji.

Enam TPS tersebut, jelasnya, ditempatkan di ruangan aula tengah dan halaman terbuka yang ada dalam Lapas Kelas IIA Mataram.

"Tiga kita siapkan di aula, tiga lagi di halaman terbuka," ujarnya.

Enam TPS yang ada di Lapas Kelas IIA Mataram ini masuk dalam pendataan wilayah Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, dengan nomor TPS dari 16 sampai 21.

"Untuk pemilih dari LPP (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan) masuk TPS 21, itu kita siapkan di aula," ucapnya.

Terkait dengan jumlah pemilih, terdata sejumlah 525 orang, yang berasal dari kalangan narapidana, tahanan, dan juga petugas lapas.

"Jadi data terbarunya itu ada 525 orang, sudah masuk DPT dan DPTb," kata Tri Saptono.

Salah seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk TPS 17, Muhammad Setiadin, yang juga merupakan petugas Lapas Kelas IIA Mataram, mengatakan bahwa ditempatnya terdaftar 17 orang dalam DPT.

Kemudian untuk jumlah petugas dalam satu TPS, jelasnya, rata-rata berjumlah tujuh orang.

"Petugas KPPS-nya itu sama semua, tujuh orang petugas lapas, ditambah dua linmas. Kalau pengawasnya sama saksi-saksi, itu semua dari luar," kata Setiadin.

Lebih lanjut, dari pantauan Antara di lokasi, enam TPS belum terbangun di Lapas Kelas IIA Mataram, melainkan pihak lapas masih menunggu jam kunjungan selesai.

"Kalau logistiknya sudah kita terima, tapi selesai jam kunjungan baru bisa kita bangun," ucapnya.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar