Bima (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung kasus stunting di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Selasa, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut.

Dalam kunjungan kerja itu, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia M. Iqbal, Bupati Bima Ady Mahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Fahrurahman, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Bolo, serta Kepala Desa Nggembe.

Gubernur meninjau dua rumah balita terdampak stunting, yakni Dzakir Alwijaya (16 bulan) di RT 11/02 Dusun Kampung dan M. Zafir Muhtar (12 bulan) di RT 05/02 Desa Nggembe.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan paket Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) kepada keluarga balita sebagai bentuk intervensi pemenuhan gizi.

Baca juga: Pemkot Bima galakkan gerakan orang tua asuh untuk tekan stunting

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu menegaskan, pentingnya perhatian orang tua terhadap asupan nutrisi anak dan kebersihan lingkungan rumah.

"Anak usia satu tahun harus tetap diberikan susu, ditambah telur sebagai sumber protein, serta dijaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tumbuh sehat dan kuat," ujarnya.

Selain meninjau rumah sasaran stunting, rombongan juga memantau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak-anak di PAUD Meci Angi. Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan perlindungan kesehatan anak sejak usia dini.

Baca juga: Wagub NTB ajak organisasi perempuan atasi persoalan gizi buruk

Gubernur menyatakan, penanganan stunting memerlukan intervensi terpadu, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, hingga edukasi keluarga. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan memperkuat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.

Kunjungan tersebut, menjadi bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Gerakan orang tua asuh cegah stunting gencar di Kota Bima
Baca juga: Sukses tekan stunting, Pemkot Bima dapat insentif Rp5,587 miliar



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026