Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Nusa Tenggara Barat menjamin bahwa persediaan atau stok elpiji 3 kilogram di wilayah setempat masih aman.

"Hasil komunikasi kami dengan Pertamina Patra Niaga, kondisi stok elpiji 3 kilogram kita normal dan aman aja," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin di Mataram, Selasa.

Samsudin menepis ada terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram khususnya di Kabupaten Lombok Timur dan Sumbawa menyusul beredar-nya video antrian warga yang mengantri membeli elpiji 3 kilogram di salah satu pengecer di wilayah Lombok Timur.

"Adanya informasi kelangkaan dan antrian panjang elpiji di Lombok Timur maupun Sumbawa itu sudah ditindaklanjuti oleh Pertamina Patra Niaga. Hasilnya tidak ada, yang ada itu karena permintaan warga meningkat, tapi kita akan turun memantau," ujarnya.

Baca juga: Tak perlu panik, Stok elpiji 3 kg di Lombok Timur aman usai Lebaran

Menurutnya, tingginya permintaan elpiji itu lantaran masih ada imbas Lebaran. Di mana yang tadinya warga berdomisili di Mataram, namun karena mudik Lebaran di Lombok Timur, sehingga menyebabkan lonjakan permintaan menjadi bertambah.

"Tapi sudah ditindaklanjuti oleh Pertamina Patra Niaga. Bagi warga yang akan membeli satu kepala keluarga (KK) diberikan hanya boleh membeli satu gas," terang Samsudin.

Disinggung bagaimana dengan harga? Samsudin menegaskan bahwa harga gas elpiji 3 kilogram yang diterima pengecer dari distributor antara Rp22 ribu sampai Rp26 ribu.

"Karena ini soal kebutuhan masyarakat pasti akan membayar," ucap Samsudin.

Baca juga: NTB menggencarkan penggunaan elpiji nonsubsidi untuk ASN

Samsudin menambahkan Pertamina Patra Niaga sudah memberikan tambahan sampai 250 persen persediaan elpiji 3 kilogram di NTB. Hal ini dilakukan untuk menjaga pasokan gas elpiji di daerah tersebut tetap aman. Namun demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak panik buying. Terlebih apakah terjadinya kelangkaan tersebut dipengaruhi kondisi global (perang Iran).

"Yang jelas stok elpiji kita aman, bahkan sampai satu pekan depan. Kalau ada indikasi penimbunan kita perlu cek dulu," katanya.

Baca juga: NTB meluncurkan program elpiji nonsubsidi untuk ASN

Baca juga: Pertamina Patra Niaga dan Grab dukung digitalisasi distribusi elpiji di NTB



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026