Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluruskan informasi terkait isu garis keturunan Sekretaris Daerah Abul Chair yang disebut sebagai cucu Gubernur NTB pertama Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat.
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan informasi yang beredar di ruang publik tersebut tidak bersumber dari pernyataan yang bersangkutan.
"Pemerintah NTB menegaskan Abul Chair tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun, termasuk kepada media bahwa dirinya merupakan cucu dari Gubernur NTB pertama," ucap Ahsanul dalam keterangan di Mataram, Senin.
Klarifikasi Pemprov NTB tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan sejumlah pemberitaan belakangan ini yang dinilai kurang tepat.
Ahsanul menuturkan pemerintah NTB telah menerima klarifikasi dari pihak keluarga Gubernur NTB pertama terkait garis keturunan yang bersangkutan.
Berdasarkan penjelasan itu, imbuh dia, Raden Ario Muhammad Ruslan Tjakraningrat memiliki keturunan langsung dari tiga orang anak yang kemudian melahirkan garis cucu dari keluarga tersebut.
Penjelasan keluarga Gubernur NTB pertama menjadi rujukan dalam memastikan keakuratan informasi mengenai garis keturunan yang beredar di publik.
Baca juga: Pemprov NTB mengajak masyarakat akhiri polemik posisi Sekda
"Informasi yang menyebutkan bahwa Sekda NTB merupakan cucu Gubernur NTB pertama adalah tidak tepat dan perlu diluruskan," kata Ahsanul yang menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik NTB tersebut.
Pemerintah NTB menegaskan tidak memiliki informasi mengenai asal-usul penyebutan cucu Gubernur NTB pertama dan memastikan bukan berasal dari pernyataan resmi yang bersangkutan.
Baca juga: Sekda NTB siap jaga pertumbuhan ekonomi daerah
Ahsanul mengajak masyarakat untuk selalu merujuk kepada informasi yang terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan bersama.
Ia apresiasi perhatian berbagai pihak terhadap akurasi informasi serta berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi titik akhir dari perbedaan persepsi yang berkembang terkait status Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026