Iran menganggap korban pesawat kewarganegaraan ganda sebagai warganya

id kewarganegaraan ganda ,Iran,warga negaranya,korban pesawat

Iran menganggap korban pesawat kewarganegaraan ganda sebagai warganya

Kerabat anggota awak kabin dari Pesawat Boeing 737-800 Ukraina International Airlines yang jatuh di Iran, berduka di deretan foto korban dan karangan bunga di bandara Internasional Boryspil di luar Kiev, Ukraina (8/1/2020). ANTARA/REUTERS /Valentyn Ogirenko (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

Dubai (ANTARA) - Iran menganggap korban dengan kewarganegaraan ganda dalam pesawat Ukraina yang tak sengaja di tembak pada bulan ini sebagai warga negaranya, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri, Senin.

Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Banyak dari 176 korban tewas dalam kecelakaan nahas itu merupakan warga Iran dengan kewarganegaraan ganda dan sebanyak 57 korban tewas berasal dari Kanada.

"Kami telah memberitahu Kanada bahwa Teheran menganggap warga dengan kewarganegaraan ganda yang tewas dalam kecelakaan pesawat sebagai warga negara Iran ... Iran berduka atas kematian mereka," kata Abbas Mousav, juru bicara Kementerian Luar Negeri saat konferensi pers.

Selama aksi protes terhadap kecelakaan pesawat meletus di Iran, duta besar Inggris di Teheran sempat ditahan. Sejumlah pejabat menyebut ia terlibat dalam aksi protes "ilegal", sementara utusan tersebut mengklaim dirinya menghadiri acara yang mengenang para korban. Inggris pun mengecam penahanan dubesnya.

"Iran menghormati seluruh diplomat asing di Iran selagi mereka tidak melanggar hukum internasional," kata Mousavi.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar