KKP memberdayakan Kelompok Sadar Wisata Lombok bibitkan 500 ribu mangrove

id Pokdarwis Bagek Kembar,Pembibitan Mangrove,KKP

KKP memberdayakan Kelompok Sadar Wisata Lombok bibitkan 500 ribu mangrove

Sebanyak 500 ribu batang bibit mangrove yang dibibitkan Pokdarwis Bagek Kembar, di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB. ANTARA/Awaludin

Mataram (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bagek Kembar, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, untuk membibitkan sebanyak 500 ribu batang bibit mangrove.

Ketua Pokdarwis Bagek Kembar Agus Alwi, di Kabupaten Lombok Barat, Minggu, mengatakan program pembibitan ratusan ribu batang bibit mangrove tersebut sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP.

"Kami sudah mulai membibitkan sebanyak 500 ribu batang bibit mangrove sejak pertengahan November 2020. Sekarang bibitnya sudah tumbuh bagus dan sekitar satu bulan lagi dipanen untuk program penghijauan kawasan pesisir di seluruh NTB," kata Agus Alwi.


Ia mengatakan ratusan ribu bibit mangrove tersebut tidak hanya akan diserap oleh KKP, tetapi bisa oleh lembaga lain yang juga fokus pada upaya penghijauan kawasan pesisir dengan menanam mangrove.

"BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta instansi lain di daerah juga bisa membeli bibitnya untuk ditanam," ujar Agus.


Hasil penjualan bibit, kata dia, menjadi pendapatan anggota kelompok yang telah bekerja melakukan pembibitan. Namun, sebagian lagi harus dikelola untuk melakukan pembibitan mangrove secara berkelanjutan.

Hal itu sesuai dengan arahan dari KKP agar kawasan ekowisata mangrove di Dusun Madak Belek, Desa Cendi Manik, Sekotong, yang dijadikan sebagai percontohan pembibitan mangrove di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi KKP yang telah membantu Pokdarwis Bagek Kembar, tidak hanya dari sisi ekonomi masyarakat, tetapi juga telah membangun semangat untuk kelestarian hutan mangrove," kata Agus.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar