BANDARA SELAPARANG MATARAM DITUTUP JIKA BIL DIOPERASIONALKAN

id

Mataram, 3/3 (ANTARA) - PT Angkasa Pura I akan menutup aktivitas di Bandara Selaparang Mataram jika Bandara Internasional Lombok yang berlokasi di Tanah Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai dioperasionalkan.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Selaparang Mataram I Ketut Erdi Nuka, di Mataram, Kamis, mengatakan, dengan sendirinya Bandara Selaparang ditutup jika Bandara Internasional Lombok (BIL) mulai dioperasionalkan.

"Kebutuhan dana untuk operasional Bandara Selaparang mencapai Rp34,7 miliar setahun, sehingga jika BIL telah beroperasi maka Bandara Selaparang akan ditutup, karena siapa yang akan menanggung biaya puluhan miliar rupiah itu," ujarnya.

Penjelasan Erdi itu sekaligus merupakan jawaban atas pertanyaan berbagai kalangan yang menduga operasional Bandara Selaparang Mataram akan dialihkan ke pemerintah daerah atau TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga, jika BIL telah dioperasionalkan.

Bahkan, Komandan Lanud (Danlanud) Rembiga Letkol Penerbang (Pnb) Antariksa Andono, mengaku siap mengoperasionalkan Bandara Selaparang untuk keadaan tertentu jika diberi kewenangan oleh PT Angkasa Pura I.

"Kami siap operasionalkan Bandara Selaparang jika memang masih dapat dipergunakan, awak kami siap untuk itu," ujar Antariksa saat mendampingi pengusaha asal Hongkong Edmond Fang, yang akan membuka sekolah penerbangan di Lombok, NTB, ketika jumpa pers di Kantor Gubernur NTB, Kamis (3/3).

Lebih lanjut Erdi mengatakan, lahan seluas 69 hektare yang berisi landasan pacu dan bangunan pendukung aktivitas penerbangan di Bandara Selaparang Mataram merupakan milik PT Angkasa Pura I.

Menurut dia, jika Bandara Selaparang Mataram dialihfungsikan ke pihak lain maka harus diawali dengan kesepakatan kerja sama.

"Angkasa Pura I itu BUMN sehingga pemanfaatan asetnya harus berorientasi profit, kalau nantinya mau pakai bandara ini maka harus dibicarakan dulu, bagaimana profitnya," ujarnya.

Erdi mengatakan, pihaknya akan menutup total aktivitas Bandara Selaparang Mataram saat BIL mulai dioperasionalkan, yang dijadwalkan akhir Juli 2011.

Sementara ini, PT Angkasa Pura I tetap komitmen pada jadwal perampungan seluruh aktivitas pembangunan di kawasan BIL, yakni 31 Juli mendatang.

"Sementara ini seluruh peralatan navigasi sudah siap dioperasionalkan, setelah melewati proses kalibrasi selama enam hari sejak 25 Februari hingga 2 Maret 2011, yang dilakukan oleh Balai Kalibrasi Ditjen Perhubungan Udara," ujarnya.

Kalibrasi peralatan navigasi itu merupakan bagian dari proses sertifikasi bandara, yang dilakukan secara paralel.

Selain kalibrasi peralatan navigasi, juga pengujian Instrument Flight Procedure (IFP) atau prosedur pendaratan dan lepas landas dan commisioning.

"Mengenai penataan infrastruktur pendukung BIL, tengah berlangsung dan khusus terminal bandara, masih menunggu proses lanjut di tingkat pusat, yang lain sedang dalam proses perampungan dan diperkirakan akhir Juli nanti semuanya rampung," ujarnya.

Setelah semuanya rampung, tambah Erdi, pihaknya akan melakukan operasi boyong armada Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK) dari Bandara Selaparang Mataram ke BIL. (*/Devi)




Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.