Lombok Timur (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan kemandirian masjid diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan aset tanah wakaf yang dibangun menjadi deretan pertokoan dan lainnya.
"Seluruh unit toko bahkan telah habis disewa sebelum resmi dibuka, dengan penyewa berasal dari jamaah masjid sendiri," kata dia saat acara peresmian pertokoan Masjid Masbagik di Lombok Timur, Minggu.
Ia mengatakan hasil sewa akan digunakan sepenuhnya untuk operasional dan program kesejahteraan masjid.
Ia mengharapkan model kemandirian Masjid Masbagik menjadi percontohan bagi ribuan masjid lainnya di NTB.
"Masjid harus mandiri. Masbagik kini memberi contoh nyata melalui pemanfaatan aset wakaf,” katanya.
Baca juga: DMI NTB kagumi dukungan Pemprov Jatim salurkan UKIM untuk imam masjid
Ia mengatakan pertokoan Masjid Raya Masbagik merupakan realisasi dari cita-cita pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah disampaikan sekitar dua tahun lalu, yakni menjadikan masjid sebagai pusat ibadah yang mandiri secara finansial.
“Ini adalah cita-cita lama. Mereka ingin masjid ini mandiri agar syiar Islam bisa dijalankan dengan lebih leluasa,” katanya.
Sekda Lombok Timur M Juaini Taofik menyampaikan apresiasi atas kolaborasi masyarakat Masbagik dalam menyukseskan "Gawe Sosial Masbagik" yang dirangkaikan dengan peluncuran pertokoan Masjid.
Dia mengatakan dengan jumlah masjid di Lombok Timur yang mencapai hampir 1.400 unit maka kemandirian finansial menjadi kunci keberlanjutan dakwah.
“Masbagik cepat bergerak dan cepat menangkap peluang. Ini contoh kolaborasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Peluncuran tersebut dirangkaikan kegiatan "Gawe Sosial Masbagik" ditandai dengan jalan sehat diikuti puluhan ribu peserta, layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, bazar UMKM, serta hiburan masyarakat melalui pertunjukan musik.
Baca juga: Pemkab Lombok Timur kucurkan Rp10 Miliar untuk pengembangan Masjid Selong
Baca juga: Islamic Center di Mataram jadi pusat edukasi manasik haji
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026