Pemprov NTB apresiasi yayasan yang mendukung Akino

id Pemprov NTB apresiasi yayasan yang mendukung Akino

Pemprov NTB apresiasi yayasan yang mendukung Akino

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi yayasan yang beroperasi di wilayah itu, dan menunjukkan kepeduliannya terhadap derajat kesehatan perempuan, dan mendukung program angka kematian ibu nol (akino). (Ilustrasi program angka kem

"Kami patut memberi apresiasi kepada yayasan yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan menyukseskan program akino," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Drg Eko Junaidi.

Mataram (Antara Mataram) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi yayasan yang beroperasi di wilayah itu, dan menunjukkan kepedulian terhadap derajat kesehatan perempuan, dan mendukung program angka kematian ibu nol (akino).

"Kami patut memberi apresiasi kepada yayasan yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan menyukseskan program akino," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Drg Eko Junaidi, ketika mewakili Gubernur NTB pada pembukaan seminar akino, di Mataram, Senin.

Seminar akino itu diinisiasi oleh Yayasan Bina Usaha Mandiri Insan Mataram, sebagai wujud nyata peduli kemajuan pembangunan kesehatan di wilayah NTB.

Eko mengatakan, apa yang dilakukan Yayasan Bina Usaha Mandiri Insan Mataram merupakan pertanda keberpihakan kepada program pembangunan daerah, dan patut ditiru yayasan lainnya.

Dengan keterlibatan berbagai pihak dalam mengisi kemajuan pembangunan daerah, maka hal itu menunjukkan adanya ikhtiar bersama meraih keberhasilan di masa mendatang.

"Hal ini sangat penting, karena tanpa adanya perhatian dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tidak mungkin roda pembangunan akan bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Terlebih pembangunan kesehatan yang menuntut peran aktif pemerintah dan masyarakat disertai perhatian dan kepekaan yang tinggi, terhadap setiap dinamika dan pekembangan terkini, dalam usaha peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Program akino merupakan salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 yang berlanjut ke periode kedua.

Program akino merupakan salah satu gerakan yang tergabung bersama program angka "drop out" nol (adono) dan angka buta aksara nol (absano) dalam program gerakan 3A.

Program akino dimulai dari tahun 2009 dengan data angka kematian ibu melahirkan 320/100.000 kelahiran yang terdata di tahun 2008, sementara angka kematian bayi terdata sebanyak 72/10.000 kelahiran yang juga terdata di tahun 2008.

Diupayakan angka kematian ibu melahirkan dan bayi terus berkurang secara signifikan hingga mencapai 260/100.000 kelahiran untuk ibu melahirkan dan 42/10.000 kelahiran bayi di 2013 dan terus berkurang di tahun berikutnya.

Dalam mewujudkan program Akino itu, Pemerintah Provinsi NTB menerapkan program persalinan bebas biaya secara berkelanjutan mulai tahun anggaran 2010.

Persalinan bebas biaya itu akan diterapkan di puskesmas dan jaringannya serta ruang Kelas III RSUD kabupaten/kota dan RSU Provinsi NTB.

Pembiayaan semua persalinan itu akan ditanggulangi dengan dana jaminan kesehatan masyarakat daerah dan untuk melaksanakan program pelayanan jaminan kesehatan itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp28,59 miliar lebih pada setiap tahun anggaran, yang dialokasikan dari APBD provinsi dan kabupaten/kota.

Versi BPS NTB, Angka Harapan Hidup (AHH) di NTB pada 2010 (belum ada perubahan data 2013) tercatat 62,11 tahun, atau lebih rendah dari angka nasional 69.43 tahun. Rendahnya AHH itu dipicu oleh masih tingginya kematian bayi dan kematian ibu.

Angka Kematian Bayi (AKB) di NTB berdasarkan SKDI 2007 tercatat sebesar 72/1.000 kelahiran hidup atau lebih tinggi dari angka nasional yakni 34/1.000 per, dan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 320/100.000 kelahiran hidup (angka nasional 228). (*)

Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.