Lombok Timur (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan penyelidikan kasus dugaan penimbunan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dibalik kelangkaan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.

"Kami lidik masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur Iptu Arie Kusnandar di Selong, Senin.

Ia mengatakan pihaknya juga sudah membentuk tim khusus menangani masalah tersebut dan personel telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

"Personel kami telah turun di lapangan," katanya.

Selain itu, pihaknya meminta warga untuk melapor kalau ditemukan adanya penimbunan gas elpiji bersubsidi tersebut agar bisa ditindaklanjuti sesuai aturan.

Baca juga: Uang ratusan juta raib digondol maling di Lotim

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan stok tabung gas elpiji 3 kilogram pascalebaran dipastikan aman

"Stok elpiji 3 kilogram masih aman," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat bertemu dengan Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga Tommy Wisnu Ramdan.

Baca juga: Kodim Lombok Timur amankan dua pelaku sabu dalam operasi OMSP

Ia mengatakan kelangkaan elpiji beberapa hari belakangan ini diduga imbas dari penggunaan selama Ramadhan. Selain itu, juga tidak ditemukan harga elpiji 3 kilogram yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Ketika masyarakat sedikit kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram, kondisi tersebut dinilai sebagai imbas dari kebutuhan dan penggunaan yang meningkat selama Ramadhan, terutama jelang Idul Fitri," katanya.

“Tidak ada kelangkaan dan harga elpiji naik, harga masih tetap berada di HET,” katanya lagi.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026