Proyek pembangunan ruas Jalan Tanak Awu-Pengembur diduga dikerjakan asal-asalan

id Pangembur

Proyek pembangunan ruas Jalan Tanak Awu-Pengembur diduga dikerjakan asal-asalan

Warga Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah melakukan aksi dengar pendapat di kantor Dinas PUPR Loteng untuk mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan lintas Kabupaten Tanak Awu-Pengembur yang diduga dikerjakan asal-asalan. 

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Warga Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah melakukan aksi dengar pendapat di kantor Dinas PUPR Loteng untuk mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan lintas Kabupaten Tanak Awu-Pengembur yang diduga dikerjakan asal-asalan. 

Syawaludin, salah satu Kordinator masyarakat Desa Tanak Awu, Jumat, mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan di Desa Tanak Awu terkesan asal-asalan dan berpotensi menimbulkan masalah sosial dan masalah lingkungan. Pengerjaannya sepotong-potong dan tidak tuntas, seperti saluran pembuangan air atau talut yang dikerjakan sepotong-potong.

"Hal itu bisa menyebabkan banjir ketika hujan turun nantinya," katanya.

Saluran pembuangan air yang di kerjakan sepotong-potong itu juga menimbulkan masalah sosial di tengah masyarakat. Masyarakat saling mengklaim dan tidak mau lahan atau halaman rumahnya dijadikan sebagai tempat pembuangan.

"Beberapa ujung dari saluran pembuangan air atau talut itu sudah ditimbun oleh masyarakat, karena masyarakat tidak mau nantinya air masuk kehalaman rumah atau ke sawah-sawahnya ketika musim hujan nanti," katanya. 

Dinas PUPR harus melakukan pengawasan dan pengecekan, jangan hanya menerima laporan yang belum tentu sesuai hasil pekerjaan di lapangan. Karena jika tidak diawasi dikhawatirkan kebanyakan proyek asal jadi yang menelan banyak biaya.

"Kami mengingatkan kepada pemerintah untuk kualitas pekerjaannya itu harus di cek, karena yang pertama kali akan menerima dampak dari pengerjaan asal-asalan itu adalah kami sebagai masyarakat," katanya. 

Sementara itu salah seorang warga Tanak Awu Salim, mempertanyakan janji pemerintah yang akan melibatkan masyarakat dalam proyek apapun, akan tatapi hanya omongan belaka dan tidak pernah ditepati.

"Janji pemerintah yang akan melibatkan masyarakat dalam pengerjaan proyek apapun itu bisa kami katakan nol besar itu hanya bullshit, hanya omong kosong," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat setempat tidak pernah anti dengan pekerja luar, akan tetapi hanya mempertanyakan janji- janji tersebut yang di ucapkan kepada satu atau dua orang tanpa melibatkan masyarakat banyak.

"Kami tidak anti dengan para pekerja luar, bahkan kami mensupport dan membantu dengan apa yang kami punya, dengan harapan supaya pengerjaanya sesuai dengan apa yang kita inginkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lombok Tengah, Zulkarnaen mengatakan, jalan tersebut telah dikerjakan sesuai dengan gambar dan saat ini sedang dalam proses pengaspalan. 

"Jalan itu telah dikerjakan sesuai dengan gambar," katanya.