Sepuluh Pelajar Pingsan saat Upacara Kemerdekaan

id Pelajar pingsan

Sepuluh Pelajar Pingsan saat Upacara Kemerdekaan

Salah seorang pelajar mendapat bantuan pernapasan dari tabung oksigen karena menderita pusing dan sesak napas ketika mengikuti upacara peringatan HUT ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia, di lapangan kantor Bupati Lombok Barat, NTB, Minggu (17/8) (Aw

Para pelajar dan tenaga pendidik tersebut pingsan diduga karena kelelahan berdiri di bawah terik matahari

Lombok Barat, (Antara) - Sepuluh orang pelajar dan satu orang guru pingsan ketika mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan kantor Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu.

Para pelajar dan tenaga pendidik tersebut pingsan diduga karena kelelahan berdiri di bawah terik matahari.

Para petugas medis yang berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Barat, menggotong satu per satu para pelajar yang pingsan dari tengah lapangan.

Sepuluh pelajar yang pingsan saat upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), terdiri atas delapan siswa SMP dan dua siswa SMA. Mereka rata-rata mengalami pusing dan sesak napas. Dua dari mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Demikian juga dengan satu orang guru yang ikut pingsan dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya lemah dan tensi darahnya 240/150 mmHg.

"Mereka kami bawa ke rumah sakit karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau di rumah sakit bisa ditangani secara intensif dengan alat medis. Kalau di sini (lokasi upacara) tidak ada peralatan medis yang memadai," kata dr Lalu M Saleh, dari RSUD Lombok Barat yang bertugas di lokasi upacara.

Para peserta upacara yang pingsan rata-rata kondisinya lemah. Diduga mereka kelelahan berdiri dan ada yang memiliki riwayat penyakit sesak napas.

Para pelajar yang pingsan itu mengaku datang ke lokasi upacara sejak pukul 07.00 WITA, sementara acara dimulai pada pukul 10.00 WITA.

"Saya datang ke lokasi upacara jam tujuh. Sudah sarapan, tetapi saya tidak tahu kenapa badan saya penuh keringat dan tiba-tiba lemas," kata Desak Komang Windy, salah seorang pelajar SMP Negeri di Kabupaten Lombok Barat, yang sempat diberikan bantuan pernafasan menggunakan tabung oksigen.

Upacara peringatan HUT ke-69 kemerdekaan RI tersebut berlangsung khidmat dengan jumlah peserta sekitar 1.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, para guru dan pelajar, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bertindak selaku inspektur Bupati Lombok Barat, H Zaini Arony, sedangkan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat sementara Hj Sumiatun.

Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.