Anak Penerima PKH di Mataram Mampu Berprestasi

id Anak PKH

Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan santunan kepada anak peserta PKH berprestasi di Kota Mataram, NTB, Jumat (24/11). (ANTARA NTB/Awaludin)

"Mudah-mudahan ananda semua bisa sekolah setinggi-tingginya"
Mataram (Antara NTB) - Sebanyak 10 anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mampu berprestasi di level daerah hingga nasional karena memiliki mentalitas kuat untuk menjadi generasi berkualitas.

"Mudah-mudahan ananda semua bisa sekolah setinggi-tingginya," kata Menteri Sosial (Mensos) Hj Khofifah Indar Parawansa, ketika memberikan santunan kepada 10 anak berprestasi dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Mataram, Jumat.

Sebanyak 10 anak peserta PKH berprestasi, yaitu Alda Raudatul Jannah, juara 1 Olimpiade Matematika Tingkat Nasional, Ulfiani Pratiwi, juara 1 musabaqah Hifdzil Qur`an se-Kota Mataram, Abdul Majid, juara 3 lomba silat tingkat Provinsi, Caka Valien Moheede, Olimpiade Sains tingkat Kota Mataram, dan Bianka Delaneira Mohede, Olimpiade Sains tingkat Kota Mataram.

Selain itu, Fikri Hidayat, juara 1 senam lantai tingkat KONI, Yeni Wartini, National Math and English Olimpid tingkat SMP tahun 2015, Ni Made Ratna, 9 besar International Dance ASIAN Artistik dan Freestyle Championship, Khaerunnisa, juara tingkat nasional cabang olahraga bola voli, dan Bahtiar juara tingkat nasional cabang olahraga bola voli.

Mensos Khofifah merasa bahagia dengan capain prestasi yang diraih anak-anak peserta PKH dan berdoa semoga mereka terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan terus meningkatkan prestasinya. Semoga ada yang menjadi direksi dan menteri," katanya mendoakan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Andi ZA Dulung, menyebutkan Kota Mataram masuk dalam PKH sejak 2012 dengan jumlah peserta sebanyak 5.191 KPM.

Saat ini, jumlah KPM PKH di Kota Mataram sebanyak 10.176 orang dengan jumlah bantuan Rp19,23 miliar atau masing-masing KPM menerima dana sebesar Rp1.890.000 per tahun. Sedangkan non-PKH sebanyak 15.504 dengan jumlah bantuan sebesar Rp33,89 miliar selama 12 bulan.

Realisasi bantuan PKH di Kota Mataram tahap I mencapai 79,73 persen, tahap II 82,70 persen, dan tahap III 82,29 persen.

"Untuk pencairan tahap IV yang sedang berjalan saat ini berasal dari Kecamatan Sandubaya sebanyak 500 KPM," katanya.

Andi juga menyebutkan penerima BPNT di Kota Mataram, pada tahap I sebanyak 25.740 KPM, tahap II dan selanjutnya sebanyak 20.748 KPM. Pencairan sampai dengan Oktober 2017 mencapai 65,18 persen.

"Untuk Program BPNT di Kota Mataram berjumlah sebanyak 25.680 KPM. Penyaluran BPNT saat ini dilakukan masuk tahap VI," tuturnya.

Selain Bantuan PKH dan BPNT, kata Andi, Kemensos juga menyalurkan bantuan sosial Kube Jasa, bantuan sosial e-Warong KUBE, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan sosial disabilitas dan bantuan lanjut Usia. Total nilai bantuan seluruh untuk Kota Mataram sebesar Rp1,13 miliar pada 2017. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar