AP I: Bandara Lombok Nihil Abu Vulkanik

id ABU VULKANIK GUNUNG AGUNG

Dari pengamatan langsung di lapangan menggunakan paper test yang kita lakukan setiap dua jam tidak ada debu abu vulkanik yang terlihat di areal bandara
Lombok Tengah (Antara NTB) - General Manager Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita menyatakan kawasan udara di areal bandara itu sampai saat ini nihil sebaran debu abu vulkanik Gunung Agung di Pulau Bali yang diperkirakan mengarah ke Pulau Lombok.

"Dari pengamatan langsung di lapangan menggunakan paper test yang kita lakukan setiap dua jam tidak ada debu abu vulkanik yang terlihat di areal bandara," kata I Gusti Ngurah Ardita di Praya, Lombok Tengah, Minggu.

Begitu pun saat pengamatan menggunakan satelit dan pengamatan penerbang (pilot), tidak ada debu abu vulkanik yang terlihat.

"Setelah kita melihat perkembangan, kondisi dan melakukan monitoring berdasarkan tiga sumber, yakni satelit, penerbang, dan pengamatan langsung menggunakan paper test tidak ada abu vulkanik yang terlihat," katanya.

Atas dasar itu, selah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak di antaranya BMKG, Airnav, dan otoritas bandara, memutuskan operasional Lombok Internasional Airport (LIA) tetap berjalan seperti biasa.

"Jadi operasional bandara tetap berjalan normal dan belum terdampak abu vulkanik," tandasnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu, menyatakan sebaran abu vulkanik dari gunung berapi yang berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, ini hingga pukul 08.30 Wita mengarah ke Pulau Lombok.

Erupsi dengan ketinggian 2.000 meter dari puncak kawah gunung terpantau terjadi sekitar pukul 05.05 Wita, dilanjutkan erupsi berikutnya terjadi sekitar pukul 05.45 Wita dengan ketinggian semburan mencapai 3.000 meter dari puncak kawah gunung berapi yang memiliki ketinggan 3.031 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Abu vulkanik tebal pada pagi ini, menurut dia, masih terus keluar dari kawah sehingga ancaman potensi bahaya bagi masyarakat masih berupa abu vulkanik.

Pada Sabtu (25/11), erupsi freatik terus terjadi dan semburan abu vulkanik erupsi Gunung Agung jatuh di Desa Besakih, Desa Penampatan, Desa Temukus di lereng barat daya gunung tersebut. Sehingga masyarakat diminta untuk melakukan evakuasi meninggalkan desa-desa di radius enam hingga 7,5 kilometer (km) dari gunung sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (*)

Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar