Mataram (ANTARA) - Di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Mataram, bulan Ramadhan menandai ritme baru kehidupan sosial dan spiritual.
Aktivitas sore hari menjadi momen interaksi publik, yakni persiapan buka puasa, ngabuburit, hingga berburu takjil tidak hanya mengisi perut, tetapi juga memperkuat jaringan sosial.
Tradisi sederhana ini menegaskan bagaimana budaya lokal, ekonomi mikro, dan kebijakan publik saling bertaut.
Takjil menjadi magnet sosial. Kolak pisang, bubur sumsum, es buah, dan aneka jajanan ringan lainnya tidak sekadar konsumsi, tetapi pemantik interaksi masyarakat.
Fenomena ini muncul di berbagai daerah, dari Nunukan hingga Mataram, sebagai cara produktif mengisi waktu menunggu berbuka. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk menyelaraskan kebijakan dengan nilai budaya, misalnya melalui program Pesona Ramadhan – Ngantih Bebuke di Giri Menang Park.
Di sini, kuliner, seni budaya, dan ruang silaturahmi publik berpadu, menciptakan sense of belonging bagi komunitas sekaligus memfasilitasi kegiatan ekonomi UMKM.
Pengaturan ruang publik menjadi tantangan sekaligus cermin respons pemerintah. Penutupan sementara Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana saat Ramadhan memberi contoh bagaimana kepentingan spiritual diutamakan tanpa meniadakan peluang ekonomi.
Ruang CFD pagi hari bisa dialihkan menjadi area kuliner sore, mendukung tradisi buka puasa sambil menjaga ketertiban dan khusyuk ibadah. Kebijakan ini membutuhkan komunikasi publik yang inklusif agar masyarakat memahami bahwa perubahan tata ruang bukan sekadar administratif, tetapi pengakuan terhadap nilai budaya lokal. Penutupan sementara tempat hiburan malam menegaskan penghormatan terhadap suasana bulan suci dan menciptakan ketertiban sosial.
Kualitas pangan takjil menjadi perhatian penting. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram meningkatkan pengawasan terhadap pangan olahan UMKM. Meski mayoritas aman, sebagian sampel ditemukan mengandung bahan berbahaya, menegaskan perlunya edukasi dan pengawasan berkelanjutan.
Literasi pangan sehat, penyuluhan, serta sertifikasi UMKM menjadi langkah strategis menjaga keamanan dan kepercayaan publik, sekaligus meningkatkan profesionalitas pedagang lokal.
Buka puasa bersama di komunitas atau keluarga memperkuat nilai sosial Ramadhan. Kegiatan amal, seperti berbagi paket takjil untuk warga kurang mampu atau pekerja yang masih di jalan, menambah dimensi solidaritas.
Ruang Ramadhan ini menunjukkan harmoni antara religiusitas, dinamika sosial, dan kebijakan publik, yakni suara adzan bukan hanya menandai berbuka, tetapi juga menandai terciptanya ruang sosial yang aman dan teratur.
Solusi kebijakan yang efektif mencakup pengembangan pasar takjil terintegrasi dengan fasilitas memadai, keamanan pangan, dan aktivitas budaya yang mendidik.
Pemerintah dan komunitas UMKM dapat merancang kawasan kuliner buka puasa yang ramah pejalan kaki, tertata rapi, serta memberdayakan ekonomi lokal. Kombinasi ini memberi ruang sosial yang nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil.
Narasi Ramadhan modern adalah keseimbangan antara ibadah, ekonomi, dan pelayanan publik. Takjil menjadi pintu pembuka sosial, ruang publik berubah menjadi arena interaksi, dan ngabuburit menghubungkan generasi muda dengan nilai budaya.
Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi cerminan jantung sosial komunitas. Refleksi ini menegaskan pentingnya kebersamaan, sekaligus memperkaya kualitas pelayanan publik di Kota Mataram dan seluruh NTB, agar tradisi, religiusitas, dan ekonomi saling menopang dengan harmonis.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ketahanan NTB: Ramadhan momentum ekonomi & sosial
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Iqbal-Dinda, NTB dan setahun ujian konsistensi
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Kakao NTB di persimpangan: Industri atau ketergantungan?
Baca juga: Ikuti Tajuk ANTARA NTB, Wawasan lengkap soal NTB
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pusat riset Teluk Ekas: Ambisi atau slogan?
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ramadhan di sekolah Mataram: Antara seremoni dan substansi
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Skandal narkoba Kapolres Bima Kota, Ujian integritas
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ketahanan pangan NTB di ambang Ramadhan: Stok aman, harga berguncang
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Bawang Putih NTB vs impor: Ujian kedaulatan pangan
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Darurat Narkoba di Bima: Benteng hukum retak dari dalam
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Pers sehat menuju Indonesia Emas
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Akhmad Munir: Rock n' Roll dan langkah sunyi seorang jurnalis
COPYRIGHT © ANTARA 2026