Mataram punya kampung wisata Taman Baqo

id taman,baqo,mataram,ampenan

Masyarakat secara swadaya membangun kampung wisata Taman Baqo di Ampenan, Kota Mataram. (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera merampungkan pembangunan kampung wisata Taman Bako di Lingkungan Sukaraja Timur, Kelurahan Ampenan Tengah guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Taman Baqo maksudnya "bawak kokok" dalam bahasa Suku Sasak bawah kali, bukan karena taman tersebut ditanami bakau, melainkan pembangunannya mengambil konsep pengembangan sempadan di bawah Kali Jangkuk," kata Camat Ampenan Muzakkir Walad di Mataram, Rabu.

Pembangunan Taman Baqo saat ini sedang berjalan dengan melibatkan warga sekitar dan komunitas pengusaha muda di wilayah tersebut, dengan target rampung tahun ini agar masyarakat segera menikmati hasilnya.

Dia menjelaskan Taman Baqo yang dikonsep menjadi tempat rekreasi, edukasi, "fresh and healty" itu, diprediksi menelan anggaran sekitar Rp600 juta hingga Rp1 miliar. Dana pembangunannya bersumber dari swadaya masyarakat dan dukungan Satker PUPR serta Pemerintah Kota Mataram.

Pembangunan Taman Baqo bertujuan membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan, untuk mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus menyalurkan kreativitas pemuda yang berjiwa wirausaha.

"Selain itu memberdayakan aset-aset pemerintah kota yang belum termanfaatkan serta meningkatkan pendapatan daerah," katanya.

Ia menjelaskan pengelolaan Taman Baqo akan mengembangkan konsep usaha yang terdiri atas suasana, produk, dan pelayanan, di mana kesegaran yang dimaksudkan adalah indentik dengan jiwa muda diimplementasikan dengan mengikuti perkembangan zaman.

"Sedangkan 'healty' menciptakan budaya 'hospitality' dengan pemahaman potensi yang dimiliki," katanya.

Dalam pengembangannya, Taman Baqo akan menjadi taman pertama dengan konsep "fresh and healty" bertaraf menu hotel berbintang lima yang dikelola secara profesional pertama di Kota Mataram.

Taman Baqo menawarkan pengalaman dan pelayanan pelaku-pelaku hotel bintang lima dengan harga kaki lima dan mendidik pasar mulai dari konsumen kelas bawah hingga atas.

"Serta sebagai tempat rekreasi dan edukasi 'reakfast', wisata destinasi keluarga dan komunitas kawula muda, masyarakat maupun pengunjung muda Kota Mataram," ujarnya.

Untuk itu, katanya, berbagai spot dan fasilitas taman yang dibangun merupakan gambaran kebutuhan masyarakat yang saat ini gemar berswafoto di setiap lokasi. Spot-spot untuk usaha masyarakat lokal berupa tempat kuliner dibangun secara unik dan menarik dengan memanfaatkan berbagai produk lokal.

Begitu juga dengan tempat bermain anak-anak, kata dia, dibuat senyaman dan seaman mungkin agar mereka dapat berekreasi dan edukasi di tempat itu.

"Terkait pengelolaan, Taman Baqo akan dikelola dengan sistem pengelolaan tunggal atau mandiri dari empat lingkungan yang di Kelurahan Ampenan Tengah melalui program pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal," katanya. 



 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar