Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan luas dari masyarakat Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat.

"Ini bisa dibuktikan saat kami turun melakukan sosialisasi program MBG di sejumlah wilayah di NTB sambutan masyarakat sangat luar biasa. Ini menandakan bahwa program tersebut mendapat dukungan masyarakat," ujar Muazzim di Mataram, Minggu.

Ia berharap antusiasme masyarakat tersebut dapat membantu Badan Gizi Nasional (BGN) menyosialisasikan program tersebut secara masif di masyarakat. Karena MBG ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

"Saya melihat kalau turun sosialisasi, ibu-ibu dan bapak-bapak selalu penuh. Ini menandakan masyarakat kita sangat antusias. Artinya program prioritas Presiden Prabowo didukung masyarakat," ucap Anggota DPR RI DapiL NTB 2 Pulau Lombok ini.

Baca juga: Sukseskan MBG, Ketum PBNU resmikan 41 SPPG di Lombok Barat

Menurutnya, dengan adanya makan siang gratis di sekolah-sekolah, termasuk pondok pesantren membuat beban pengeluaran harian rumah tangga juga dapat berkurang secara signifikan.

"Ketahanan pangan dan gizi Memastikan setiap anak, tanpa memandang status ekonomi, memiliki akses yang sama terhadap makanan berkualitas tinggi," katanya.

Sebelumnya Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program MBG. Di mana program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.

"Selama kurun waktu sekitar 10 bulan, program ini tercatat telah menyerap 31.509 tenaga kerja lokal di NTB," ujarnya.

Baca juga: Program MBG hidupkan ekonomi lewat pangan lokal

Program MBG di NTB telah menjangkau 1.793.423 penerima manfaat. Pelaksanaan program tersebut didukung oleh 670 SPPG yang aktif serta melibatkan 2.719 mitra pemasok dari berbagai sektor, termasuk pelaku usaha dan petani lokal.

Menurutnya, capaian penyerapan tenaga kerja tersebut tergolong luar biasa karena pada umumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Namun, melalui program MBG, hal itu dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat.

"Untuk bisa menyerap angka sebesar ini biasanya butuh waktu 2-3 tahun, tetapi di NTB dapat tercapai hanya dalam waktu sekitar 10 bulan. Ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung seperti petani yang sebelumnya kesulitan memasarkan hasil produksinya, kini memperoleh harga yang lebih layak," katanya.

Baca juga: Muazzim Akbar pastikan makanan bergizi anak dan ibu di NTB aman
Baca juga: Pergub NTB wajibkan SPPG serap pangan dari Koperasi merah Putih