Hasil swab laboratorium jamaah tabligh asal Dompu dinyatakan negatif COVID-19

id Bima,Jamaah,Tabligh,NTB

Hasil swab laboratorium jamaah tabligh asal Dompu dinyatakan negatif COVID-19

Pembuat kue Torsten Roth memperlihatkan kue dengan bentuk 'virus korona' (ka) dan 'antibodi' dengan masker pelindung dan mata (ki) di toko kuenya, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut, di Erfurt, Jerman, Selasa (31/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Karina Hessland/foc/cfo

Bima (ANTARA) - Seorang jamaah tabligh yang sebelumnya pulang dari Makassar dan diisolasi di RSUD Bima karena disebut-sebut suspect COVID-19, akhirnya diizinkan pulang ke rumahnya di Kabupaten Dompu karena hasil swab laboratorium menyatakan negatif virus tersebut.

Kabag Humas Setda Kabupaten Bima, Muhammad Chandra Kusuma, di Bima, Rabu (1/4), mengatakan, pertanyaan publik terhadap pasien tersebut akhirnya terjawab dari hasil laboraturium.

“Setelah dilakukan swab laboratium terhadap darah dan air liur yang bersangkutan, dinyatakan negatif COVID-19,” kata Chandra.

Dengan demikian, maka secara resmi pula tim medis RSUD Bima mengizinkan yang bersangkutan untuk pulang ke rumahnya. Dari hasil tersebut pemerintah berterimakasih kepada para tim medis yang telah berusaha memulihkan kondisi pasien. 

"Atas nama Pemerintah, secara khususnya kami sampaikan apresiasi, terimakasih dan rasa bangga terhadap tim medis," katanya.

Sejak awal diisolasi di RSUD Bima, kondisi yang bersangkutan dinilai kurang membaik. Namun secara perlahan-lahan, kondisinya pulih atas kerja keras tim medis RSUD Bima dalam menanganinya. 

 “Kini secara keseluruhan, kondisi fisiknya sangat membaik. Hasil swab laboratoriumnya menyatakan bahwa yang bersangkutan negatif COVID-19, Alhamdulillah,” kata Chandra.

Lepas dari itu, di tengah bangsa dan negeri ini masih dihadapkan dengan “masalah besar” ini diharapkan agar semua pihak untuk tetap waspada dan mentaati anjuran dari Pemerintah. 

Tujuanya, lebih kepada mengantisipasi agar masyarakat tidak terjangkit oleh COVID-19. “Jaga jarak sekitar satu meter, hindari tempat-tempat ramai, tetaplah di rumah, biasakan dengan pola hidup sehat, jaga kesehatan lingkungan, konsumsi multi vitamin,” katanya.

Chandra berharap, masyarakat yang baru datang dari luar daerah terutama di wilayah terjangkit agar segera melaporkan diri kepada Tim Gugus tugas COVID-19 pada masing-masih desa untuk kemudian dilakukan pemantauan secara rutin.

Ia juga menyarankan warga yang berada di perantauan agar tidak pulang kampung pada saat ini karena mudik dapat memicu penyebaran COVID-19.

Untuk memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap para pendatang khususnya di Kabupaten Bima, Chandra menyatakan bahwa Pemkab Bima telah membangun Posko Pengawasan COVID-19 di perbatasan antara Kabupaten Bima dengan Kabupaten Dompu yakni Desa Rora Kecamatan Mada Pangga. 

Pos Pengwasan COVID-19 yang melibatkan seluruh komponen dalam Tim Gugus COVID-19 Kabupaten Bima ini, diakuinya sudah bekerja secara maksimal sesuai dengan SOP.