Sembalun, Lombok Timur (ANTARA) - Kobaran si jago merah di Bukit Anak Dara, Sembalun, Lombok Timur, sampai sekarang belum bisa dipadamkan setelah terbakar sejak Jumat (13/11).
Hembusan angin kencang membuat api terus melahap padang sabana dan kayu di Bukit Anak Dara, sehingga membuat tim gabungan kesulitan untuk memadamkan api tersebut karena titik api berada di jurang dan medan yang terjal.
Dari pantauan sampai Sabtu (14/11) malam, api terus berkobar sehingga menghanguskan sekitar 30 hektare padang sabana dan hutan.
"Hingga hari ini, kurang lebih 30 hektare luas lahan yang terbakar," kata Iptu L Panca Warsa, Kapolsek Sembalun, saat dikonfirmasi, Sabtu (14/11).
Baca juga: Bukit Anak Dara terbakar
Tim gabungan, lanjutnya, sudah berupaya dengan berbagai cara untuk pemadam api di bukit Anak Dara. Namun belum bisa dipadamkan karena medan yang terjal sehingga membuat tim kesulitan untuk memadamkan api tersebut.
"Kami masih kesulitan untuk, pemadaman api di Bukit Anak dara dan sekitarnya. Karena menggunakan alat seadanya," katanya.
"Meskipun demikian, Alhamdulillah 90 persen bisa dipadamkan," katanya.
Sementara itu, HM Zaedar Rohman, Camat Sembalun membenarkan hingga saat ini api belum bisa dipadamkan, karena lokasinya sulit dijangkau oleh tim bahkan semua warga Sembalun ikut membantu untuk pemadaman api di kawasan bukit Anak Dara.
"Ya sampai saat ini api belum bisa dipadam, meskipun kita dibantu oleh warga setempat," katanya.
Lebih lanjut, Zaedar, mengatakan. Upaya yang dilakukan untuk pemadaman dengan cara membuat parit dan menyekat lokasi agar api tidak menjalar ketempat lain.
"Kita juga membuat parit untuk mencegah api merambah ketempat lain," katanya.
Adapun tim yang ikut dalam pemadaman api di kawasan KPH Rinjani Timur, yakni, Kapolsek Sembalun, Iptu L Panca Warsa bersama ketiga belas anggotanya, dan Danramil 10 Sembalun, Kapten Infanteri Muslim bersama anggotanya.
Camat Sembalun HM Zaedar Rohman, Kepala Resort TNGR Sembalun Tufikurrahman bersama anggotanya, Kepala Resort KPH Rinjani Timur bersama anggotanya, Tim Siaga Bencana Desa Sembalun Lawang, pengelola bukit Anak Dara dan masyarakat desa setempat.