Menyusui bisa cegah kanker payudara

id Laktasi, ibu menyusui, kesehatan ibu

Menyusui bisa cegah kanker payudara

Sejumlah orang tua mengikuti Kelas Laktasi dan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) di Melinda Hospital, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Indonesia masih termasuk salah satu negara yang pencapaian dan pemenuhan pemberian ASI Ekslusif masih tergolong rendah dengan angka capaian sebesar 54 persen dari target 80 persen. ANTARA JABAR/Novrian Arbi/agr/18

Jakarta (ANTARA) -
Konselor laktasi dr. Sarah Audia IBCLC mengatakan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif bisa menurunkan risiko ibu terkena kanker payudara dan kanker kewanitaan lainnya. “Menyusui bisa untuk menurunkan risiko ibu terkena keganasan kewanitaan seperti kanker payudara dan kanker kewanitaan lainnya di kemudian hari,” Sarah yang juga dokter umum itu saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
 
Dikutip dari laman Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) wanita yang menyusui bayinya selama minimal satu tahun mengalami penurunan risiko terkena kanker payudara sebesar empat persen dibandingkan mereka yang tidak menyusui.
 
Selain itu, kata Sarah, menyusui bisa sebagai KB alami untuk ibu dengan syarat harus menyusui eksklusif tanpa terputus, bayi masih di bawah usia enam bulan dan ibu belum haid sama sekali. “Itu manfaat (menyusui) untuk ibu sebagai KB alami proteksinya bisa sampai 98 persen,” katanya.

Ia menambahkan manfaat lainnya jika ibu menyusui secara eksklusif biasanya dapat menurunkan berat badan lebih cepat pascamelahirkan dibanding yang tidak menyusui secara eksklusif. Sarah mengatakan, untuk ibu menyusui tidak ada pantangan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun untuk mendapatkan ASI yang terbaik bagi anak, ibu harus mengonsumsi makanan sehat dan sebisa mungkin menghindari kafein dan makanan mengandung gas berlebih.
 
“Batasan kafein pada ibu menyusui jangan sampai melebihi 300 miligram yang biasanya ada di kopi, teh, coklat, teh hijau dan itu dilihat juga respon ke bayinya. Makanan bergas membuat bayi jadi kembung agar diperhatikan juga dan hati-hati mengkonsumsi ikan yang bermerkuri,” ucapnya.
 
Perlekatan menyusui yang baik tentunya juga akan memberikan nutrisi yang baik kepada bayi, maka itu konsultasi kepada konselor laktasi dinilai Sarah perlu untuk bantu ibu menyusui secara langsung dengan baik.

Baca juga: BRIN ciptakan biskuit bergizi ibu hamil cegah anemia
Baca juga: Waspadai masalah kesehatan ibu hamil sebabkan anak stunting
 
Untuk ibu pekerja, Sarah menyarankan untuk selalu menyusui secara langsung ketika sudah di rumah bersama bayi dan rajin memerah ASI tiga jam sekali jika sedang di kantor. “Sebulan sebelum masuk kerja ibunya persiapan ke klinik laktasi untuk bayinya diajarkan ASI perah, kalau bisa tidak menggunakan dot agar tidak mengganggu proses menyusu dan mencegah terjadinya over feeding,” tutupnya.