Sejumlah spbu di mataram dijaga aparat kepolisian

id jaga spbu, bbm naik

Sejumlah spbu di mataram dijaga aparat kepolisian

Polisi jaga SPBU (ist)

Menjelang kenaikan harga BBM terlihat belasan aparat kepolisian dari Polres Mataram berjaga-jaga di SPBU di Jalan Majapahit Mataram.

Mataram, (Antara Mataram) - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Mataram dijaga aparat kepolisian, Senin, menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjelang kenaikan harga BBM terlihat belasan aparat kepolisian dari Polres Mataram berjaga-jaga di SPBU di Jalan Majapahit Mataram. Pengamanan juga dilakukan di Depo Pertamina Ampenan dengan mengerahkan polisi berseragam maupun intelijen untuk mengantisipasi upaya penimbunan BBM.

Kendaraan yang mengisi BBM baik roda dua maupun roda empat masih normal, tidak ada antrean panjang dan tidak ada lagi masyakatat yang membeli BBM mengggunakan jerigen seperti hari-hari sebelumnya.

Pengamanan melalui pengerahan personel polisi dan patroli yang ditingkatkan termasuk personel intelijen bertujuan untuk menekan sekecil mungkin gejolak yang timbul terkait dengan rencana kenaikan harga BBM.

Selain itu aparat kepolisian juga mengamankan ratusan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM di kantor DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram berunjuk rasa itu membawa spanduk dan poster yang bertuliskan tolak kenaikan harga BBM.

Para mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor DPRD NTB diterima Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Ketua Komisi Johan Rosihan dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Johan Rosihan anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Keadilan Sejahterta membubuhkan tanda tangan di spanduk yang bertuliskan DPRD NTB menolak kenaikan harga BBM.

Ratusan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD NTB mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Mataram. (*)

Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.