Tiga Warga NTB Tewas Ditembak di Malaysia

id TKI Ditembak

. (1)

"Surat tersebut kami terima pada Senin (19/9), tapi tidak menjelaskan kronologis penembakan dan kapan terjadinya"
Mataram (Antara NTB) - Tiga orang warga Nusa Tenggara Barat dilaporkan tewas ditembak oleh polisi Negeri Sembilan, Malaysia, namun belum ada keterangan resmi penyebab penembakan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Wildan, di Mataram, mengakui peristiwa tersebut setelah memperoleh surat dari Kepala Perwakilan Republik Indonesia (RI), di Johor, Malaysia, perihal penembakan tiga warga negara Indonesia (WNI) oleh polisi Negeri Sembilan.

"Surat tersebut kami terima pada Senin (19/9), tapi tidak menjelaskan kronologis penembakan dan kapan terjadinya, hanya informasi terkait penembakan tiga WNI saja," katanya.

Surat tersebut, kata dia, juga ditujukan kepada Kepala Perwakilan RI, di Kuala Lumpur (Malaysia), Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Kepala Kepolisian RI, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan Gubernur NTB.

Dalam surat tersebut disampaikan, merujuk pada brepak sebelumnya tertanggal 8 September 2016, Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, tanggal 8 September 2016 telah menemui DSP Aepandy Kepala Bagian Siasatan Danayah Ibu Pejabat Polisi Daerah Seremban Negeri Sembilan.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa sampai dengan saat ini, Satgas PWNI dan BHI KJRI Johor Bahru, belum dapat memastikan kewarnegaraannya, mengingat pada saat di lokasi kejadian pencegatan tidak ada dokumen identitas ketiga WNI yang ditembak.

Surat tersebut juga menyatakan bahwa Satgas PWNI dan BHI hingga saat ini masih melakukan pos mortem di Hospital Tuanku Jafar, Seremban, dan masih menunggu hasilnya.

Setelah mendengar keterangan dari DSP Aepandy, lanjut Wildan, Satgas menyampaikan bahwa sudah mendengar kabar yang menjadi korban adalah WNI atas nama Burhadnudin bin Sukan Amur, alias Ridwan Bugeng, dengan nomor paspor N269573 alamat di Indonesia, Desa Rasuan, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Besar, NTB.

Untuk oknum dua dan tiga yang belum diketahui identitasnya, Satgas sudah mengambil sidik jari dan akan melakukan upaya pencarian di sistem imigrasi Malaysia, mencari di sistem jabatan pendaftaran negara dan mencari data di Interpol TDRM.

"Menurut Satgas, dalam minggu ini diharapkan apabila mereka tercatat di dalam sistem tersebut akan diketahui identitas," kata Wildan membacakan isi surat yang diterima dari Kepala Perwakilan Republik Indonesia (RI), di Johor, Malaysia.

Dalam surat tersebut, kata dia, juga dijelaskan bahwa Tim Satgas PWNI dan BHI juga telah mendatangi bagian forensik Hospital Tuanku Jafar, namun mengingat proses pos mortem belum selesai dan masih dalam proses pengidentifikasian, maka tidak dapat memperoleh informasi apa pun.

Sehubungan dengan hal tersebut mohon bantuan Direktorat PWNI dan BHI dan pihak yang berwenang di Indonesia, dapat mencari ahli waris atas nama Burhanuddin bin Sukan, alias Ridwan Bugeng.

"Jadi intinya baru satu orang yang sudah teridentifikasi karena ada identitas yang ditemukan di pakaiannya, yakni atas nama Burhanuddin," ucap Wildan.

Namun, kata dia, menurut pengakuan dari keluarga para oknum yang ditembak polisi di Malaysia, ketiganya adalah warga Kabupaten Sumbawa, NTB.

Wildan menyatakan pihaknya masih menunggu proses identifikasi dan informasi pemulangan ketiga jenazah tersebut yang saat ini sudah ditangani pihak KJRI di Malaysia. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar