Hendak buang hajat, warga temukan mayat mengapung di lokasi wisata Treng Wilis Lombok Timur

id Tenggelam

Hendak buang hajat, warga temukan mayat mengapung di lokasi wisata Treng Wilis Lombok Timur

Warga Dusun Pancor Manis, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur digegerkan dengan penemuan mayat terapung di lokasi wisata Treng Wilis, Minggu (20/9)  sekitar pukul 07.00 WITA.

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Warga Dusun Pancor Manis, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur digegerkan dengan penemuan mayat terapung di lokasi wisata Treng Wilis, Minggu (20/9)  sekitar pukul 07.00 WITA.

Identitas korban, Samsul Hadi (20) warga Dusun Ceret, Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading. ‎
Kasus penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke aparat berwajib.

Kapolsek Montong Gading, Ipda Fathul Munir saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya penemuan mayat di lokasi wisata Treng Wilis.

"Begitu dapat laporan langsung mendatangi TKP," ucapnya.

Ia menyebutkan awalnya kasus penemuan mayat ini dilakukan oleh  warga yang pagi itu hendak buang hajat di parit yang berlokasi di kawasan Treng wilis, kemudian melihat ada orang mengapung menghadap barat dalam kondisi meninggal dunia.

Kemudian dia menceritakan penemuan ke warga sekitar sehingga warga beramai-ramai datang ke TKP. Sedangkan pihaknya begitu menerima laporan dari masyarakat, dengan langsung turun mengecek ke TKP laporan tersebut.

"Memang benar ada warga ditemukan meninggal mengapung," ujarnya.

Mantan KBO Intelkam Polres Lotim, menambahkan pihaknya kemudian melakukan olah TKP bersama dengan tim Inafis Polres Lotim. Setelah itu dibawa ke Puskesmas Montong Gading untuk dilakukan visum.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas tidak ditemukan ada luka-luka dan diperkirakan meninggal dunia tenggelam pada malam harinya.

"Diperkirakan korban terjatuh dari atas ke dalam air yang berada di lokasi wisata tersebut pada malam hari, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri dan ditemukan meninggal dunia," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar