Kemensos rujuk balita gagal ginjal akut Indramayu ke RSCM

id kemensos, gagal ginjal akut

Kemensos rujuk balita gagal ginjal akut Indramayu ke RSCM

Perawatan balita Aileen Oxavia Triyatno asal Indramayu, Jawa Barat, yang terindikasi gagal ginjal akut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Minggu (20/2/2023). (ANTARA/HO-Kemensos)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) merujuk seorang balita tiga tahun, Aileen Oxavia Triyatno asal Indramayu, Jawa Barat, yang terindikasi gagal ginjal akut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kondisi Aileen mendapat perhatian khusus Menteri Sosial Tri Rismaharini sehingga melalui Sentra Phala Martha di Sukabumi, Aileen dibawa untuk mendapatkan penanganan awal di RSUD Indramayu pada Rabu (15/2).

“Aileen belum terdaftar sebagai penerima BPJS. Namun tetap kami bawa ke RS, sambil diurus BPJS-nya. Alhamdulillah dari rumah sakit cepat keluar kartu kepesertaannya. Tanggal 16 (Februari) kemarin sudah aktif,” kata Kepala Sentra Phala Martha Cup Santo dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin.

Untuk mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif, Cup Santo mengatakan pihaknya langsung merujuk Aileen ke RSCM pada tanggal 16 Februari dengan biaya operasionalnya ditanggung oleh Kemensos. “Untuk operasional ditanggung oleh Kemensos. Kami juga berkoordinasi dengan Sentra Handayani untuk tempat tinggal selama di Jakarta. Jadi keluarganya bisa gantian jaga dan istirahat di Sentra,” katanya.

Selain memfasilitasi pengobatan Aileen, Kemensos juga memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bahan pokok, alat kebersihan diri, dan nutrisi tambahan bagi Aileen. Orangtua Aileen juga mendapatkan bantuan seperti kasur dan selimut yang dipakai saat berjaga di rumah sakit. Selanjutnya, Cup berujar pihaknya akan melakukan asesmen lanjutan untuk pemberian modal usaha bagi orangtua Aileen. Adapun rencananya akan diberikan usaha kios pulsa bagi ayah Aileen, dan usaha makanan dan minuman ringan untuk ibunya.

Sementara itu, kondisi ginjal akut pada Aileen juga telah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan dan Bareskrim Polri. Mengingat kasus ginjal akut pada anak ramai terjadi. “Kami sudah diskusikan dengan Kemenkes dan Bareskrim untuk penyelidikan obat sirup yang diminum Aileen. Kemenkes juga sudah datang ke Kontrakan orangtua Aileen yang di Cirebon untuk mengambil sampel obat dan makanan,” kata Cup.

Sebelumnya, kisah Aileen Oxavia Triyatno yang harus pulang dari rumah sakit akibat tidak bisa membayar biaya, ramai diberitakan di media. Orang tuanya terpaksa tidak meneruskan pengobatan karena belum terdaftar sebagai penerima BPJS. Ayah Aileen, Yatno (39), bekerja sebagai karyawan di salah satu toko di Cirebon dengan gaji pas-pasan. Ibunya tidak bekerja untuk fokus mengurus Aileen dan kakaknya yang berusia 7 tahun.

Ibu kandung Aileen, Tri Indriani (33) merasa sangat lega dengan bantuan Kemensos untuk pengobatan anaknya yang saat dibawa kondisinya masih kritis.
 “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bu Menteri Sosial yang telah mengarahkan jajarannya untuk membantu menangani pengobatan Aileen. Yang tadinya kondisinya kritis sampai sekarang dibawa ke RSCM Jakarta dan Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik,” kata Tri dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Pengentasan stunting wujud terapkan sila-sila Pancasila
Baca juga: BPOM kawal potensi cemaran bahan berbahaya pangan dan obat


Tri mengatakan dirinya hampir menyerah melihat kondisi putrinya yang tak kunjung sembuh. Sejak mengalami demam tinggi pada 6 Februari lalu, Tri sudah membawa Aileen berobat ke klinik dan ke rumah sakit di Cirebon. Demamnya tidak turun dan seluruh badannya membengkak. Aileen kemudian didiagnosis mengalami gagal ginjal akut progresif.

Kondisi Aileen saat ini perlahan menunjukkan kemajuan. Aileen sempat dirawat di Ruang PICU ( Pediatric Intensive Care Unit ) selama tiga hari setelah menjalani cuci darah, namun pada hari Minggu (19/2) sudah dapat dipindahkan ke ruang perawatan.