Bulog NTB datangkan 2.500 ton gula pasir pascagempa

id Gempa Lombok ,Bulog NTB

Arsip. Pelepasan tiga unit mobil operasional pasar murah sembako di halaman kantor Bulog Divre NTB, Rabu (5/9) . (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Hampir semua pengungsi butuh gula untuk minum kopi dan teh
Mataram (Antaranews NTB) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan mendatangkan sebanyak 2.500 ton gula pasir dari Jawa Timur untuk menjaga kestabilan harga dan memenuhi permintaan yang relatif tinggi pascagempa bumi.

"Dari sebanyak 2.500 ton yang akan kami datangkan hingga akhir 2018, sudah masuk sebanyak 90 ton beberapa hari lalu," kata Kepala Divisi Regional Bulog NTB, Ramlan UE, di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan ribuan ton gula pasir yang akan dipasok ke NTB tersebut merupakan produksi PT Perkebunan Nusantara XII di Jawa Timur.

Seluruh gula pasir tersebut akan didistribusikan ke Sub Divre Bulog Kabupaten Lombok Timur, Sumbawa dan Bima.

Namun sebagian besar dipasarkan di wilayah kerja Divre Bulog NTB yang membawahi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.

"Kami akan pasarkan ke masyarakat dengan memanfaatkan sarana Rumah Pangan Kita (RPK). Di samping melalui operasi pasar murah bekerja sama dengan pemerintah daerah," ujar Ramlan.

Terkait dengan permintaan, menurut Ramlan, memang terjadi peningkatan pascagempa. Hal itu disebabkan gula pasir menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi warga terdampak gempa.

"Kami sudah sering turun ke lokasi-lokasi pengungsian, termasuk desa terdampak gempa di Lombok Utara yang menjadi binaan. Hampir semua pengungsi butuh gula untuk minum kopi dan teh," ucapnya pula.

Kepala Seksi Pengembangan Bisnis dan Industri Hulu, Bulog Divre NTB, Syawaludin Susanto, menyebutkan volume penjualan gula pasir sejak Januari hingga 17 September 2018 mencapai 2.500 ton.

Menurut dia, permintaan komoditas tersebut cukup tinggi pascagempa bumi yang melanda NTB. Rata-rata pembeli berasal dari kalangan relawan untuk disumbangkan kepada warga terdampak gempa.

Bulog Divre NTB menjual gula pasir kemasan merek kita dengan harga Rp12.500 per kilogram. Ada juga dalam kemasan polos dengan harga Rp11.500/kg.

"Penjualan gula pasir juga dilakukan melalui operasi pasar di beberapa titik di Kabupaten Lombok Utara karena paling parah terdampak gempa," kata Susanto. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar